CIMAHI - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi memastikan perekaman KTP elektronik (KTP-el) tetap berjalan seperti biasanya. Untuk memaksimalkan pelayanan, petugas melakukan jemput bola ke rumah warga dan SMA/SMK sederajat untuk perekamannya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cimahi, Suryadi mengungkapkan, imbas dari habisnya blanko dan tinta tersebut berimbas pada daftar tunggu. Hingga saat ini, ada sekitar 15.000 orang yang masuk daftar tunggu pencetakan KTP-el.
"Tapi, kami putuskan agar perekaman jalan terus, semua harus melakukan perekaman termasuk yang disabilitas," katanya, kepada pewarta, Senin (21/11).
Menurutnya, sejak September 2016 pihaknya tidak bisa mencetak KTP-el. Hal ini disebabkan karena blanko yang tersedia di pemerintah pusat habis sejak beberapa bulan terakhir yang ditandai dengan adanya surat pemberitahuan dari Kemendagri bahwa blanko habis.
Berdasarkan rilis surat dari Kemendagri, ketidaktersediaan blanko diperkirakan akan terjadi paling cepat hingga akhir tahun 2016. Bahkan, menurut Supriyadi, pengadaan blanko di Kota Cimahi baru bisa direalisasikan pada tahun 2017 mendatang.
Selain permasalahan blanko, terang dia, pada September lalu, pihaknya juga kehabisan rebound colour atau tinta serta film untuk mencetak KTP-el.
“Dari Oktober kita ga mencetak KTP-el karena blanko habis, termasuk tinta” kata dia.
Sejak 2016, pemerintah pusat lewat Pemrprov tidak lagi mengalokasikan tinta untuk daerah. Pengadaan tinta akhirnya dibebankan kepada anggaran daerah masing-masing. Untuk itu, di APBD Perubahan 2016 pihaknya pun mengalokasikan kebutuhan tersebut. Disdukcapil menanggarkan Rp 50 juta untuk pengadaan tinta dan film.