CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) berencana membuat lahan abadi untuk areal pertanian yang ada di wilayahnya. Melalui upaya tersebut, diharapkan lahan pertanian yang ada bisa dipertahankan.
Kepala Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Diskopindagtan Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengakui areal pertanian yang ada di wilayahnya terus mengalami penyusutan akibat maraknya alih fungsi untuk permukiman warga.
"Itu tidak bisa hindari. Mudah-mudahan rencana ke depan kita ada lahan pertanian abadi. Lahan sawah semakin berkurang,” katanya, kepada wartawan, Jumat (16/12).
Dia menyebutkan, saat ini luas areal pertanian di Cimahi tinggal 173 hektar lagi. Sedangkan untuk luas lahan kering yakni pekarangan/lahan untuk bangunan serta tegal/kebut/ladang mencapai 916 hektare.
Ketersediaan lahan juga dipastikan berimbas pada ketersediaan pangan. Akibat minimnya lahan untuk pertanian di Cimahi, dampaknya selama ini kota otonom ini harus mengandalkan daerah lain untuk kebutuhan pangan.
“Itu tantangan besar dalam upaya mewujudkan ketersediaan pangan,” kata Mita.
Selama ini, untuk kebutuhan pangan seperti beras, sayuran dan sebagainya, Kota Cimahi mendapat pasokan dari wilayah lain seperti Kab. Bandung Barat dan Cianjur. Sedangkan produksi petani lokal Cimahi, khususnya produksi padi hanya cukup untuk dikonsumsi sendiri oleh petaninya.
"Kalau ketersediaan di Cimahi cukup, kalau untuk produksi sendiri memang tidak cukup untuk kebutuhan masyarakat (menyeluruh)," ujar Mita.