CIMAHI - Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) harus dimaknai
sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap penyandang disabilitas,
peneguh komitmen seluruh bangsa dan membangun kepedulian dalam
mewujudkan kemandirian serta kesejahtraan disabilitas.
Plt
Walikota Cimahi Sudiarto menyatakan, ketika pemerintah mengakui mereka,
maka sudah semestinya seluruh komponen bangsa lainnya ikut mengakui
keberadaan mereka termasuk dunia usaha.
"Sejalan dengan itu
terutama sektor swasta didorong untuk bermitra dengan organisasi
disabilitas dalam merencanakan kegiatan dan aksi nyata yang manfaatnya
dapat dirasakan oleh penyandang disabilitas," ujar dia saat ditemui usai
membuka acara peringatan HDI dan HKSN tingkat Kota Cimahi, Jum'at
(23/12).
Diklaim Sudiarto, sudah cukup banyak upaya yang
dilakukan pemerintah terhadap penyandang disabilitas. Namun, peningkatan
jumlah disabilitas juga terjadi dikarenakan masih terbatasnya akses
penyandang disabilitas terhadap pelayanan kesehatan, terapi medis dan
rehabilitasi.
Selain itu, kata dia, kurangnya pengetahuan
keluarga untuk melakukan upaya perawatan dan pengembangan potnesi
penyandang disabilitas disebabkan karena keterbatasan kemampuan berusaha
dan keterbatasan ekonomi.
"Hal itu turut menyebabkan tingginya angka penyandang disabilitas yang hidup dalam kondisi miskin," kata Sudiarto.
Memiliki
keterbatasan secara fisik dan mental sudah semestinya bukan penghalang
bagi anak-anak penyandang disabilitas di Kota Cimahi. Buktinya, dengan
keterbatasan, mereka masih bisa menampilkan beberapa kreasi seperti
bernyanyi dan menari.
Kreatifitas dari anak-anak diasbilitas
tersaji saat peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari
Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tingkat Kota Cimahi yang digelar
pada Jum'at (22/12/201/) di selasar Gedung B Pemkot Cimahi, jln. Rd.
Demang Hardjakusumah.