Loading...

Hari Disabilitas Harus Dimaknai Sebuah Pengakuan

Administrator 26 Desember 2016 82 kali dilihat
Bagikan:
Hari Disabilitas Harus Dimaknai Sebuah Pengakuan
CIMAHI - Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) harus dimaknai sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap penyandang disabilitas, peneguh komitmen seluruh bangsa dan membangun kepedulian dalam mewujudkan kemandirian serta kesejahtraan disabilitas.

Plt Walikota Cimahi Sudiarto menyatakan, ketika pemerintah mengakui mereka, maka sudah semestinya seluruh komponen bangsa lainnya ikut mengakui keberadaan mereka termasuk dunia usaha.

"Sejalan dengan itu terutama sektor swasta didorong untuk bermitra dengan organisasi disabilitas dalam merencanakan kegiatan dan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh penyandang disabilitas," ujar dia saat ditemui usai membuka acara peringatan HDI dan HKSN tingkat Kota Cimahi, Jum'at (23/12).

Diklaim Sudiarto, sudah cukup banyak upaya yang dilakukan pemerintah terhadap penyandang disabilitas. Namun, peningkatan jumlah disabilitas juga terjadi dikarenakan masih terbatasnya akses penyandang disabilitas terhadap pelayanan kesehatan, terapi medis dan rehabilitasi.

Selain itu, kata dia, kurangnya pengetahuan keluarga untuk melakukan upaya perawatan dan pengembangan potnesi penyandang disabilitas disebabkan karena keterbatasan kemampuan berusaha dan keterbatasan ekonomi.

"Hal itu turut menyebabkan tingginya angka penyandang disabilitas yang hidup dalam kondisi miskin," kata Sudiarto.

Memiliki keterbatasan secara fisik dan mental sudah semestinya bukan penghalang bagi anak-anak penyandang disabilitas di Kota Cimahi. Buktinya, dengan keterbatasan, mereka masih bisa menampilkan beberapa kreasi seperti bernyanyi dan menari.

Kreatifitas dari anak-anak diasbilitas tersaji saat peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tingkat Kota Cimahi yang digelar pada Jum'at (22/12/201/) di selasar Gedung B Pemkot Cimahi, jln. Rd. Demang Hardjakusumah.