CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi masih menunggu petunjuk tehnis dari Kementerian Sosial terkait operasional layanan Elektronik Warung Kelompok Usaha Bersama (E-Warong KUBE) yang baru akan berjalan pada Februari atau Maret 2017 ini.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Cimahi, Tri Laksmi Hindiayani menjelaskan, program bantuan pangan non-tunai lewat layanan e-voucher dan e-warong merupakan program dari pemerintah pusat yang diinisiasi oleh Kementrian Sosial (Kemensos) RI.
Oleh karenanya, pengaplikasiannya, masih menunggu instruksi dari Kemensos. E-Warong Kube PKH merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) nontunai kepada masyarakat yang kurang beruntung secara tepat, cepat, dan mudah melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
"E-Warong memang sekarang ini belum berjalan, kemungkinan baru akan berjalan pada Februari atau Maret," kata dia, kepada pewarta, Senin (16/1).
Menurutnya, di Kota Cimahi, e-warong baru dibuatkan satu, yakni disekitar Kelurahan Citeureup, Kec. Cimahi Utara. Sedangkan idealnya, satu e-waroeng itu harus mampu melayani sekitar 1.000 Kepala Keluarga (KK).
Berdasarkan data 2016, jumlah yang layak mendapatkan bantuan pangan di Kota Cimahi mencapai 18.934 KK. Dalam e-voucer, sudah dimasukan berupa tabungan uang senilai Rp110.000/KK. Uang tersebut tidak bisa ditarik tunai, hanya bisa ditukarkan dengan bantuan pangan yang tersedia di e-warong.
Pemegang KKS dapat menggunakannya untuk bertransaksi di e-Warong Kube PKH. Selain itu, dapat digunakan untuk bertransaksi di 10.628 unit kerja konvensional, 23.126 jaringan ATM BRI dan 65.341 Agen BRIlink yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kegiatan operasional e-Warong menerapkan pengelolaan keuangan secara digital, menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga murah bagi anggota keluarga miskin khususnya peserta PKH, serta sebagai tempat pemasaran produk-produk Kube dan hasil usaha ekonomi produktif peserta PKH.