CIMAHI- 41 orang Mahasiswa dari dua program studi Teknik Otomasi Industri Diplomasi Dua (D2) dan Program Studi Tenoklogi Informasi Diplomasi Dua (D2) Akademi Komunitas Nasional (AKN) Cimahi yang berkerjasama dengan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STIE-ITB) Tahun Akademik 2014-2015 diwisuda dan merupakan Lulusan semenjak dibuka Program Studi tersebut, Senin (30/1/2017) bertempat di Auditorium Campus Center ITB, Jl. Ganesha 10 Bandung.
Para Wisudawan langsung diwisuda oleh Dekan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (Dr. Ir. jaka sembiring, Mt), yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Dikdik Suratno Nugrahawan.
Dalam Sambutannya Dikdik mengatakan untuk dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan memiliki daya saing yang tinggi, sejak tahun 2014 Pemerintah daerah Kota Cimahi dan Institut Teknologi Bandung telah menandatangani nota kesepahaman dalam hal peningkatan sumber daya manusia, inovasi, inkubator bisnis, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kota.
“Sebagai tindak lanjut nota kesepahaman ini, maka dijalinlah kerjasama peningkatan SDM khususnya bidang pendidikan vokasi D2 dengan membentuk program-program studi pada ITB di Kota Cimahi yang telah mulai berjalan sejak awal tahun 2015,” ujarnya
Dikdik melanjuutkan dalam perjalanannya,ITB telah menjadi mitra Pemerintah Kota cimahi yang baik dan berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan SDM di kota khususnya dalam menyelenggarakan pendidikan diluar domisili ITB di cimahi, yang diharapkan dapat menghasilkan SDM yang unggul dan berdaya saing baik di tingkat regional, nasional dan juga internasional.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, di era pasar bebas, persaingan dalam mengisi lowongan pekerjaan menjadi sangat ketat. hal ini merupakan konsekuensi ditandatanganinya perjanjian pasar bebas seperti Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan juga pasar bebas yang lebih besar seperti apec dan wto, telah mengakibatkan keleluasaan masuknya tenaga kerja asing yang trampil yang membanjiri pasar Indonesia,” katanya
Didik menerangkan hal ini pharuslah disikapi secara bijaksana, tidak bersikap emosional ataupun anarkis.
“Kita harus sadar bahwa pemerintah kita telah berupaya membendung membanjirnya tenaga asing ke dalam negeri, namun demikian itu tidaklah cukup yang lebih penting dan konstruktif adalah kita harus pula mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja kita sendiri cimahi baik melalui pelatihan, ujian sertifikasi profesi, dan bahkan penyelenggaraan jenjang pendidikan vokasi seperti yang telah kita selenggarakan ini. itulah yang akan menjadi salah satu kekuatan besar untuk membendung masuknya tenaga kerja asing masuk ke Indonesia,” jelasnya
Harapanya SDM di Indonsia mampu mengisi berbagai lowongan dan kesempatan kerja profesional yang ada di indonesia
“ Tidak hanya menjadi penonton saja menyaksikan lapangan kerja di isi oleh orang lain,” ujanya
Dikdik pun mengunkapkan berbagai infrastruktur fisik telah dibangun oleh Pemerintah Kota Cimahi, seperti gedung BITC dan Techno Park.
“Infrastruktur publik ini tidak akan menghasilkan manfaat yang maksimal tanpa ada sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing yang akan mengisinya. oleh karena itu, mudah-mudahan ada sebagian para lulusan sekarang ini yang akan menjadi bagian dari insan-insan yang kreatif, inovatif dan produktif untuk mengoptimalkan fungsi dari infrastuktur yang dibangun tersebut untuk mencapai kesejahteraan dan peningkatan perekonomian kota,” tutupnya