CIMAHI - Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi tengah melakuan pemetaan ulang peta bencana wilayah. Hal ini untuk memastikan potensi bencana yang terjadi pada satu wilayah.
Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastian mengatakan, pemetaan wilayah rawan bencana di Kota Cimahi kemungkinan akan tuntas sebelum April 2017. Tahapan pembuatan peta wilayah rawan bencana, diperlukan kajian terlebih dahulu.
"Selain itu pencarian data dan orientasi dengan dinas-dinas terkait juga diperlukan. Pokoknya, kami terus berjuang agar secepatnya selesai," katanya, kepada pewarta, Jumat (3/2).
Disinggung mengenai ancaman cuaca saat ini terhadap terjadinya bencana, kemungkinan cuaca ekstrim akan berlangsung hingga Mei mendatang. Sedangkan puncak musim hujan diprediksi akan berlangsung hingga Februari.
Untuk itu, pihaknya senantiasa siaga personil dan peralatan. Pihaknya akan memaksimalkan fasilitas yang sudah diberikan. Mengenai kendaraan operasional, BPBD Kota Cimahi telah memiliki dua mobil roda empat dan dua motor trail.
Tidak dipungkirinya, BPBD masih membutuhkan beberapa fasilitas lain seperti alat transportasi dan komunikasi agar mobilisasi BPBD lebih maksimal lagi. Untuk tahun ini, tidak ada penambahan fasilitas sebab disesuaikan dengan anggaran.
“Dianggap cukup, kita maksimalkan saja. Memang kami butuh komunikasi, roda dua dengan mobil bak terbuka," kata Dani.
Terakhir, Dani menghimbau warga yang tinggal di daerah bencana seperti wilayah Utara dan Selatan untuk tetap waspada. Apalagi cuaca saat ini terbilang ekstrim.
"Warga harus peduli dan mencintai lingkungan sekitarnya, menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Selain itu, hindari pohon saat hujan besar untuk menghindari tumbangnya pohon," pungkasnya.