CIMAHI - Untuk mengantisipasi bertambahnya penderita HIV/AIDS pada ibu hamil, Dinas Kesehatan Kota Cimahi akan memeriksa kandungan ibu hamil guna mengidentifikasi keberadaan virus mematikan tersebut. Upaya tersebut akan dilakukan secara intensif pada tahun ini.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriana Manan mengatakan, semua ibu hamil harus diperiksa HIV/AIDS. Karena, ternyata penularan ke wanita ibu rumah tangga ternyata semakin meningkat setiap tahunnya.
"Solusi bagi ibu hamil yang terkena HIV/AIDS bisa diberikan Anti Retro Virus (ARV), tapi itupun jika HIV-nya diketahui sedini mungkin," katanya, kepada pewarta, Jumat (17/2).
Apabila penderita sudah mengkonsumsi ARV, maka kemungkinan melahirkan secara normal masih bisa dilakukan. Tapi kalau tidak terdeteksi sedini mungkin, kemungkinan penularan HIV/AIDS pada anak akan terjadi. Dengan deteksi sedini mungkin, pihaknya harus memberikan ARV minimal 7 bulan sebelum melahirkan.
Dengan upaya tersebut, virus dalam tubuhnya bisa ditekan sehingga dia bisa melakukan persalinan secara normal, tidak usah sesar. Selain melalui hubungan seks, HIV/AIDS juga bisa menular lewat darah, kemudian melalui jarum suntik, penularan dari ibu ke anak saat proses persalinan serta melalui pemberina Air Susu Ibu (ASI).
Dikatakan Fitri, HIV/AIDS merupakan virus yang melemahkan kekebalan tubuh manusia dan tidak bisa disembuhkan. Cara yang paling ampuh ialah dengan mengkonsumsi ARV untuk menekan virus ditubuh penderita.
Setiap tahunnya, penderita HIV/Aids ini terus meningkat. Dari tahun 2004-2017 sudah ada 309 masyarakat yang terkena virus yang merusak kekebalan tubuh tersebut. Penyebaran virus yang melemahkan kekebalan tubuh itu juga beralih, dari jarum suntik pengguna narkoba sekarang mayoritas penyebarannya melalui hubungan seksual.
"Data itu merupakan hasil screening yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Hasilnya, mayoritas penderita HIV tertular karena hubungan seks. Setitap tahun bertambah banyak yang terkena HIV/AIDS," pungkasnya.
Data terakhir yang diperoleh, terang Fitriana, tahun 2015 saja ada 50 orang yang terkena virus HIV. Angka yang sama juga didapat pada tahun 2016, yakni 50. Mayoritas menimpa diusia produktif antara 15-42 tahun.