CIMAHI- Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2017 tingkat Kota Cimahi dipusatkan di titik nol Kota Cimahi (Alun-alun Kota Cimahi). Berbagai unsur masyarakat, serta perwakilan dari unsure TNI/POLRI dan komunitas seperti armed, PWI, KSM sadar, tencot,kkwkc cipageran, komunitas jai kelompok alam kelurahan padasuka,komunitas peduli lingkungan citeureup,komunitas pemuda masjid mubarak, komunitas earth hour, bank sampah sehati dan bank sampah-bank sampah yang ada di kota cimahi, perwakilan dari seluruh kecamatan dan kelurahan di kota cimahi sebellum menghadiri HPSN , para Komunitas melaksanakan Gerakan Pungut Sampah Massal (Gertak Putsal) di tiga belas titk
Plt. Wali Kota Cimahi Sudiarto merngungkapkan peristiwa longsor leuwigajah memang salah satu momen buruk yang pernah terjadi di kota cimahi, akan tetapi peristiwa ini tidak membuat kita larut dalam kesedihan,
“Peristiwa ini menjadi cambuk untuk diri kita untuk bangkit kembali dalam meningkatkan kepedulian kita terhadap lingkungan,” kata Sudiarto, Selasa (21/02/2017).
Sudiarto mengungkapkan peringatan HPSN memberikan kesempatan kepada segenap pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun kelompok masyarakat/komunitas/lsm se-Indonesia untuk berpartisipasi menunjukan kepeduliannya dalam beragam aktivitas peduli kebersihan,
“Hal ini sejalan dengan tema besar peringatan hpsn 2017 ini yaitu “melaksanakan pengelolaan sampah terintegrasi dari gunung, sungai, kota, pantai, hingga laut untuk mewujudkan indonesia bersih sampah 2020” ,” tuturnya (AHS)
sampah oleh pemerintah kota, kabupaten dan provinsi sesuai dengan peraturan perundangan yang sudah harus tampak hasilnya di tahun 2016-2017 ini;
Sudairto menjelaskan permasalahan lingkungan yang dihadapi Kota Cimahi saat ini secara umum meliputi empat hal pokok, yaitu kualitas lingkungan hidup yang cenderung menurun, masalah kebersihan (sampah), ruang terbuka hijau (rth), serta pencemaran air dan udara, termasuk di dalamnya isu perubahan iklim serta kapasitas aparatur pemerintah yang relatif kurang memadai dibandingkan dengan besarnya masalah lingkungan perkotaan yang harus dihadapi;
faktor lain yang menjadi permasalahan diantaranya kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup sudah meningkat, tetapi masih kurang proaktif untuk melakukan aksi-aksi gerakan pelestarian lingkungan;
untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut diatas, maka perlu komitmen dan dukungan dari seluruh jajaran aparatur pemerintah kota dan juga seluruh masyarakat kota cimahi;
“Menyikapi hal ini, maka kegiatan gertak putsal (gerakan serentak pungut sampah secara massal)yang diselenggarakan pada pagi hari ini, adalah bentuk komitmen pemerintah kota untuk menjalankan amanat dari undang-undang ri nomor 18 tahun 2008tentang pengelolaan sampah yang dimana di dalamnya terdapat tujuan peringatan hpsn yaitu untuk membangun komitmen kita bersama agar bencana akibat pengelolaan sampah yang kurang baik dan tidak berwawasan lingkungan tidak terulang,” jelasnya
Sudiarto berharap kegiatan ini n dari rangkaian program peringatan hari peduli sampah di Kota Cimahi dapat menjadi salah satu penyelesaian permasalahan-permasalahan lingkungan hidup dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di kota cimahi;
“Saya menghimbau kepada seluruh aparat dan unsur masyarakat yang hadir pada acara ini untuk melaksanakan dan mensukseskan peringatan hari peduli sampah nasional 2017 di Kota Cimahi sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya masing-masing agar terciptanya lingkungan hidup yang berkualitas di kota cimahi yang kita cintai,” tutupnya
pemerintah kota cimahi jugamenyelenggarakan kegiatan bersih-bersih sungai di sungai cijorolot kelurahan leuwigajah dan sungai cikelndal kelurahan cibeureum yang juga merupakan kegiatan citarum bestari (bersih, sehat, indah, lestari)
Dalam HPSN Pemerintah Dearah Kota Cimahi melakukan berbagai kegiatan lalu yaitu kegiatan kampanye pengurangan plastik dan pengelolaan sampah di jalan raden demang hardjakusumah dan brigif yang diikuti oleh poltek tedc, stkip pasundan, poltek kes gizi, poltekkes lingkungan, unjani, stkip pasundan, stikes unjani dan stikes budiluhur
disamping itu, juga dilaksanakan penanaman pohon di kampung cireundeu, dan sosialisasi pengelolaan sampah di rw 11 dan rw 31 kelurahan melong