CIMAHI - Di musim penghujan seperti saat ini, Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau kepada warganya untuk mewaspadai mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Karena peralihan musim berpotensi besar atas perkembang biakan nyamuk penyebab DBD sangat besar.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriani Manan mengungkapkan, sejak lama Kota Cimahi telah menjadi daerah endemis terhadap kasus DBD. Artinya, penyakit DBD sendiri sudah lama menyerang warga Kota Cimahi.
"Sejak tahun 2004 sampai sekarang selalu ada kasus DBD. Biasanya kasus mulai meningkat karena perubahan cuaca," katanya, kepada pewarta, Rabu (22/2).
Mereka yang terkena virus gigitan nyamuk sekarang ini berbeda dengan sebelumnya. Kalau sebelumnya selalu ada tanda-tanda bintik ditubuh, sekarang ini orang yang terkena DBD tidak selalu ditandai dengan bintik-bintik merah.
Akibatnya, tak sedikit penderita DBD meninggal dunia dikarenakan telat dibawa ke tempat fasilitas kesehatan. Ia mencontohkan, misalnya ada orang yang demamnya sudah tinggi, kemudian diberikan obat, akhirnya panasnya menurun tapi belum diketahui terkena DBD atau tidak.
"Beberapa kasus (meninggal karena DBD) juga telat di bawa ke fasilitas kesehatan karena dikira demam biasa," ujarnya.
Nyamuk mematikan itu muncul karena curah hujan yang turun akan menimbulkan banyaknya genangan air. Biasanya, dari genangan air yang tertampung itu, lama-kelamaan menjadi tempat jentik nyamuk berkembang biak dan menyebarkan penyakit. (HDA)
Tren kasus DBD pada 2016 meningkat dibandingkan 2015. Pada 2015, ada 797 kasus DBD, yang meninggal lima orang, sedangkan 2016 mengalami peningkatan cukup drastis, yakni mencapai 1.806 dengan enam yang sampai meninggal.
"Rata-rata kebanyakan anak-anak, tapi ada yang dewasa juga," pungkasnya.