CIMAHI - Badan Perencaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi
tengah melakukan kajian secara teknografis dari masing-masing bidang
disamping melihat program lainnya yang sudah tercapai agar agenda
pembangunan 2017 bisa berjalan sesuai rencana.
Sekretaris Badan
Perencaan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan,
tahun ini merupakan penghujung waktu dari kepemimpinan duet Walikota dan
Wakil Walikota sebelumnya, Atty Suharti - Sudiarto. Sejumlah program
yang belum tercapai akan dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya.
"Kalau
murni program Walikota yang baru Ajay - Ngatiyana baru akan
dilaksanakan secara keseluruhan mulai 2018," katanya, kepada pewarta,
Selasa (21/3).
Dia menjelaskan, visi dan misi yang disampaikan
Ajay-Ngatiyana masih berupa bahasa politis. Visi dan misi ini masih
belum terdapat tolak ukur pencapaian dari progran tersebut. Dalam
pelaksanaan program pemerintah, harus ada tolak ukur dan indikator dari
program.
Sehingga, jelas mana pembangunan yang sudah tercapai
dan belum dalam sebuah kota. Dengan demikian, Walikota terpilih harus
bisa menafsirkan apa makna maju, agamis dan berbudaya.
"Semuanya akan digabung dengan musrembang dan top down and button up dari program Wali Kota," ucapnya.
Sementara
itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi Handi dananjaya
mengatakan, dengan ditetapkan pemenang pemilu Kota Cimahi berakhir juga
tugas KPU. Dia berharap dengan penetapan ini tidak ada pesta yang
berlebihan dari para pendukung kami berharap bahwa pasca Pilkada ini.
"Diharapkan,
soliditas demokrasi lokal Cimahi tetap terjaga. Serta ke depan perlu
mengedepankan terkait kesejahteraan masyarakat Kota Cimahi," pungkasnya.