CIMAHI- Pemerintah Daerah Kota Cimahi bersama KODIM 0609 melaksanakan tanam padi serentak serta pembukaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), yang bertempat di Kelompok Tani Nyenyerean, RW 18 Kelurahan Leuwigajah, Kecamata Cimahi Selatan, Selasa (21/03/2017).
Asisten Ekonom dan Pembangunan Setda Kota Cimahi Benny Bachtiar menegatakan Indonesia merupakan sebuah negara agraris sehingga pembangunan sektor pertanian memegang peran penting di dalam mensejahterakan masyarakat.
komoditas pertanian terutama komoditas pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa indonesia karena kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah, terutama komoditas padi yang merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk indonesia, sehingga menjadi pokok perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan pangan nasional sebagai sasaran pembangunan pertanian
“Pemenuhan kebutuhan bahan pangan bagi rakyat merupakan tugas negara yang tidak ringan. penduduk indonesia yang sudah di atas 250 juta jiwa, lebih dari 90 % menjadikan beras sebagai makanan pokok. kedaulatan pangan menjadi harga mati sebagai cita-cita dalam mewujudkan mimpi kemandirian bangsa dan negara dalam bidang pangan,” ujar Benny.
Untuk pencapaian swasembada berkelanjutan diperlukan upaya peningkatan produksi yang luar biasa serta diperlukan perhatian dari berbagai pihak, mengingat banyak kendala harus diatasi dan berbagai tantangan harus diantisipasi antara lain : Masyarakat Ekonomi Asean , otonomi daerah, perubahan pola konsumsi dan dinamika pasar pangan.
Benny melanjutkan dalam menghadapi kendala dan tantangan yang ada pemerintah melalui kementerian pertanian memiliki program upaya khusus (upsus) swasembada pangan 2015-2017 dengan fokus 3 (tiga) komoditas, yakni padi, jagung dan kedele (pajale). pemerintah bertekad mewujudkan kedaulatan pangan nasional dalam tiga tahun yang dimulai pada tahun 2015 dan pencapaiannya pada tahun 2017 ini.
“Beberapa dukungan strategi yang ditempuh pemerintah Kota Cimahi dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional antara lain :pengembangan sarana dan prasarana pertanian seperti jalan usaha tani, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta perbaikan jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT). peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, penggunaan pupuk serta penerapan teknologi yang berkembang saat ini.perluasan area tanam melalui peningkatan intensitas pertanaman (IP).pengamanan produksi, seperti pengendalian hama dan penyakit tanaman.penguatan kelembagaan pertanian seperti kelembagaan kelompok tani dan penguatan kelembagaan penyuluhanserta pengendalian alih fungsi lahan pertanian melalui penajaman pelaksanaan Rt, Rw dan RDTR tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B),” lanjut Benny.,
Benny menjelaskan dalam pelaksanaan strategi dimaksud, diperlukan kegiatan-kegiatan konkrit, dan harapannya kepada para petani di Kota Cimahi agar secara terus menerus berupaya meningkatkan produksi padinya dan tanaman pangan lainnya. Potensi lahan yang ada agar dikelola secara optimal dengan melaksanakan penanaman padi dua kali setahun menjadi tiga kali setahun dengan varietas benih yang sudah bersertifikat.
“Para petani dapat menjalin kerjasama dengan mitra usaha bidang pertanian secara saling menguntungkan sehingga masalah pengadaan sarana pertanian dan pemasaran hasilnya dapat diatasi. para penyuluh pertanian lapangan (ppl) agar terus menerus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada petani, sehingga petani akan terbantu dalam menerapkan teknologi tepat guna dalan meningkatkan produksi di masa mendatang,” tutupnya