CIMAHI - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP)
Kota Cimahi akan meningkatkan potensi investasi yang ada di wilayahnya.
Karena masih ada objek yang bisa dijadikan lahan investor untuk
menanamkan modalnya.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota
Cimahi, Nila Lies Setiawati menyatakan, selama ini investasi di Cimahi
berbasis potensi lokal yang terdiri dari empat klaster diantaranya
klaster makanan dan minuman, klaster industri tekstil dan produk
tekstil, klaster kerajinan (craft) serta klaster telematika.
"Khususnya
di bidang telematika, kita mau fokus ke situ. Kita dalami lagi agar
menjadi perhatian para investor," katanya, kepada pewarta, Selasa
(11/4).
Selain itu, kata Nila, sektor lain yang berpotensi
meningkatan nilai investasi ialah sektor pariwisata yang tengah digarap
oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraha Kota Cimahi.
Dengan begitu, dia optimis realisasi investasi tahun 2017 akan kembali
mengalami peningkatan.
Apalagi, pihaknya kini tengah menyusun
Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Rencana Umum Penanaman Modal dan
Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanaman Modal yang akan menjadi
landasan hukum baginya untuk bergerak lebih leluasa meningkatkan nilai
investasi.
Dia menyebutkan, realisasi investasi di Kota Cimahi
terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tahun 2016, realisasi
investasi mencapai Rp 17 triliun, naik signifikan dari tahun 2015 yang
hanya mencapai Rp 5,2 triliun.
"Kita setiap tahunnya gak matok target, tapi memang selalu peningkatan trennya," pungkasnya.
Total
realisasi investasi 2016 jauh melebihi nilai investasi 2015. Investasi
2016 yang diperoleh dari Laporan Keigatan Penanaman Modal (LKPM)
mencapai Rp 3.556.174.389.656, sedangkan dari SIUP mencapai Rp
13.476.638.475.200.
Meningkatnya realisasi investasi di Kota
Cimahi tidak terlepas dari upaya pengawasan dan pengendalian DPMPTSP
baik melalui rapat koordinasi, sosialisasi serta kunjungan ke
perusahaan-perusahaan.