Loading...

Cimahi Akan Tingkatkan Potensi Investasi

Administrator 11 April 2017 348 kali dilihat
Bagikan:
NotFound
CIMAHI - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kota Cimahi akan meningkatkan potensi investasi yang ada di wilayahnya. Karena masih ada objek yang bisa dijadikan lahan investor untuk menanamkan modalnya.

Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kota Cimahi, Nila Lies Setiawati menyatakan, selama ini investasi di Cimahi berbasis potensi lokal yang terdiri dari empat klaster diantaranya klaster makanan dan minuman, klaster industri tekstil dan produk tekstil, klaster kerajinan (craft) serta klaster telematika.

"Khususnya di bidang telematika, kita mau fokus ke situ. Kita dalami lagi agar menjadi perhatian para investor," katanya, kepada pewarta, Selasa (11/4).

Selain itu, kata Nila, sektor lain yang berpotensi meningkatan nilai investasi ialah sektor pariwisata yang tengah digarap oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraha Kota Cimahi.  Dengan begitu, dia optimis realisasi investasi tahun 2017 akan kembali mengalami peningkatan.

Apalagi, pihaknya kini tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Rencana Umum Penanaman Modal dan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanaman Modal yang akan menjadi landasan hukum baginya untuk bergerak lebih leluasa meningkatkan nilai investasi.

Dia menyebutkan, realisasi investasi di Kota Cimahi terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tahun 2016, realisasi investasi mencapai Rp 17 triliun, naik signifikan dari tahun 2015 yang hanya mencapai Rp 5,2 triliun.

"Kita setiap tahunnya gak matok target, tapi memang selalu peningkatan trennya," pungkasnya.
 
Total realisasi investasi 2016 jauh melebihi nilai investasi 2015. Investasi 2016 yang diperoleh dari Laporan Keigatan Penanaman Modal (LKPM) mencapai Rp 3.556.174.389.656, sedangkan dari SIUP mencapai Rp 13.476.638.475.200.

Meningkatnya realisasi investasi di Kota Cimahi tidak terlepas dari upaya pengawasan dan pengendalian DPMPTSP baik melalui rapat koordinasi, sosialisasi serta kunjungan ke perusahaan-perusahaan.