CIMAHI - Dinas Perhubungan Kota Cimahi mengimbau seluruh angkutan kota
tidak memutar angkutannya di bawah fly over Cimindi dan tidak mencari
penumpang dengan memarkir kendaraan di kawasan tersebut. Karena hal itu
bisa dipastikan akan menjadi penyebab kemacetan.
Kepala Seksi
Terminal Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Redi Restia mengatakan, pihaknya
sudah berupaya untuk mengatur arus lalu lintas angkutan di terminal.
Meski begitu, tak dipungkiri masih ada angkutan ngetem sembarangan.
"Kalau masih ada yang seperti itu, mungkin tanggung jawab pengemudi," katanya, kepada pewarta, Rabu (26/4).
Setiap
bulannya, terang Redi, pihaknya selalu mengadakan penegakan hukum di
sekitar Cimindi, pihak kepolisian juga kerap dilibatkan dalam penegakan
hukum di sekitar Cimindi. Cara tersebut dilakukan meningkatkan kesadaran
dan kedisiplinan para sopir angkutan.
Seharurnya, sejak
diresmikannya Terminal Cimindi tahun 2015 lalu, seluruh angkutan umum
yang beroperasi di sekitar Cimahi harus menaikan dan menurunkan
penumpang di terminal.
Yanto (48), salah satu sopir angkot
jurusan Cimindi-Cipatik mengakui bahwa sering memutar dan ngetem di
sekitar bunderan fly over Cimindi yang dilarang dengan dalih kondisi
sedang hujan, ia nekat melanggar aturan itu.
Ahmad Faisal (20),
sopir angkot juruaan Cimindi-Pasar Antri mengaku sering ditegur karena
kerap ngetem di sekitar fly over Cimindi. Tapi, ngetem di kawasan fly
over lebih menguntungkan sehingga membuat para awak angkutan berbuat
nekat.
Dia mengatakan, kalau sore hari, hampir semua angkutan
umum lebih sering ngetem di sekitaran fly over daripada Terminal
Cimindi. Karena mendapatkan penumpang jauh lebih mudah. (HDA)