CIMAHI - Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi mencatat jumlah keluarga yang belum bergabung dalam program Keluarga Berencana (KB) tinggal 12.000.
Kepala DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Erick Yudha mengungkapkan, saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa program KB ini sama saja dengan mengugurkan kandungan. Padahal bukan seperti itu tapi mengatur kelahiran agar keluarga lebih sejahtera.
"Tidak semua masyarakat memahami itu, terutama dari sisi agama, seolah kita menggugurkan," katanya, kepada pewarta, Jumat (12/5).
Untuk memperbaiki kesalahan persepsi seperti itu, pihaknya terus melakukan promosi dan konseling kesehatan reproduksi dengan melibatkan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari seluruh kelurahan yang ada di Kota Cimahi.
Erick menjelaskan, tujuan dilibatkannya tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam program KB ialah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa program tersebut bukan cara menggugurkan. Justru KB mencegah jangan sampai ketemu antara sperma laki-laki dengan induk telurnya.
"Kita mengharapkan dari tokoh-tokoh ini ikut terlibat supaya mendorong masyakar untuk menggunakan KB," ucapnya.
Selain paradigma penggunaan KB, lanjut Erick, pihaknya juga ingin mencoba merubah mindset masyarakat yang tadinya terbiasa menggunakan kondom, agar beralih mengikuti program KB jangka panjang.
Dia menyebutkan, jumlah kepesertaan KB mencapai 90.000 orang. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah. Hal ini upaya yang dilakukan pemerintah dalam peningkatkan kepedulian masyarakat guna mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera. (HDA)