CIMAHI - Pemkot Cimahi memprediksi jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng), serta anak jalanan (anjal) akan mengalami lonjakan saat puasa dan menjelang lebaran tiba. Untuk itu, pembinaan akan terus dilakukan guna meminimalisir hal itu terjadi.
Kepala Bidang (Kabid) Sosial Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, Agustus Fajar mengatakan, gepeng musiman kerap menyambangi Kota Cimahi saat puasa dan mendekati lebaran. Tiap tahun pemandangan seperti itu seolah lumrah terjadi. Sehingga jumlah gepeng dan anjal selalu meningkat pada momen puasa dan menjelang lebaran dibandingkan hari biasa.
Saat ini jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Kota Cimahi mencapai 17.830 orang. Jumlah tersebut diprediksi akan kembali meningkat menjelang datangnya bulan Ramadan dan Idulfitri.
"Saat puasa jumlah gepeng dan anak jalanan musiman meningkat. Mereka bukan hanya berasal dari Cimahi, ada juga dari daerah lain seperti Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Cianjur," kata Agustus kepada pewarta, Senin (22/5).
Dia menjelaskan, meningkatnya jumlah gepeng dan anjal di bulan puasa, karena memanfaatkan moment orang orang beramal sebanyak-banyaknya di bulan Ramadan. Untuk itu, pihaknya terus melakukan upaya dalam meminimalisir keberadaan gepeng dan anjal ini.
Salah satu langkah konkrit pembinaan yang dilakukannya adalah menggandeng panti sosial Bina Karya untuk mengadakan bimtek bagi gelandangan dan pengemis yang diikuti 40 peserta yang ada di cimahi. Mereka diberikan bimbingan sosial dan keterampilan, agar bisa mandiri dan punya alternatif usaha.
"Mereka diberi keterampilan, seperti membuat kue, dan memasak. Selain itu diberi materi tentang hak anak, perlindungan anak, dan lain-lain," pungkasnya. (hda)