CIMAHI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi meyakini Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimilikinya terutama dari sektor retribusi masih bisa ditingkatkan lagi. Realisasi retribusi parkir pada tahun ini diharapkan bisa diatas pencapaian tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi Ison Suhud menyatakan, untuk bisa meningkatkan pendapatan dari sektor tersebut, maka diperlukan penataan pada tempat parkit yang ada. Terlebih, menjelakang lebaran sejumlah tempat parkir selalu mengalami kepadatan.
"Apabila titik-titik parkir itu tidak dibenahi, dikhawatirkan justru menyebabkan kemacetan. Intinya pada saat nanti menjelang lebaran, jangan sampai keberadaan parkir itu menganggu," kata Ison, kepada pewarta, Senin (12/6).
Menurutnya, para petugas di lapangan termasuk juru parkir harus mengantisipasi dan bisa mengatasinya dengan baik agar tempat parkir terutama di pusat perbelanjaan tidak mengganggu arus lalu lintas. Biasanya, mendekati lebaran volume kendaraan meningkat.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ruswanto meyebutkan, PAD dari rertibusi parkir tahun 2016 mengalami peningkatan 10% dibandingkan tahun sebelumnya. PAD tahun 2016 mencapai Rp459 juta atau melebihi yang ditargetkan, yakni Rp400 juta.
"Ternyata di akhir tahun realisasinya berbeda. PAD naik, yakni menjadi Rp 459 juta," ucapnya.
Raihan tersebut didapat dari sekitar 98 titik parkir on street yang dikelola oleh sekitar 167 juru parkir. Untuk mengelola retribusi parkir agar lebih tertata, lanjut Ruswanto, pihaknya saat ini tengah melakukan kajian soal perparkiran.
Dia menjelaskan, kajian dimulai dari bagaimana cara mengelola tempat parkir, siapa yang berhak mengelolan, lalu bagaiaman sistem perputaran keuangannya.
"Kita ingin meminimalisir agar jalur keuangannya supaya lebih tertib, lebih bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya. (hda)