CIMAHI - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi tak memungkiri masih mengalami sejumlah hambatan dalam pembinaan dan pelatihan atlet. Hal ini disebabkan karena belum tersedianya sarana dan prasarana pendukung.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disbudparpora, Nanang mengatakan, selama ini apabila ada program latihan atau pembinaan, pihaknya selalu memanfaatkan fasilitasi dari instansi lain seperti milik TNI, sekolah, lembaga dan lain-lain.
"Kita minta bantuan ke lembaga, perguruan tinggi, TNI, sekolah. Mengoptimalkan sarana yang ada," katanya, kepada pewarta, Selasa (13/6).
Dalam waktu dekat, lanjut Nanang, pihaknya akan mempersiapkan latihan dan pembinaan atlet pelajar. Mereka akan diikutsertakan dalam ajang Pekan Olahraga Daerah (Popda) Jawa Barat tahun 2018.
Tercatat, ada sekitar 50 atlet dari berbagai cabang olahraga yang akan dibina serta dilatih. Selama tahun 2017 ini, para atlet pelajar akan digembleng selama lima bulan.
Di ajang Popda Jabar 2018, Kota Cimahi rencananya akan mengikuti 17 cabang olah raga. Cabang yang diunggulkan untuk meraih medali ialah disektor panahan, senam dan renang. Meski begitu jumlah tersebut masih bisa berubah sesuai situasi dan kondisi termasuk anggaran.
Sebelumnya, Ketua Koni Kota Cimahi, Trenggono sempat mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, minimnya sarana itu berdampak pada raihan prestasi dan sumbangan atlet asal Cimahi untuk event daerah, nasional, dan mancanegara.
"Banyak lapangan, tapi bukan standar nasional. Lapangan yang ada standar latihan belum memadai untuk pertandingan," pungkasnya. (HDA)