CIMAHI - Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Kota Cimahi memastikan mayoritas anak jalanan yang berkeliaran di sejumlah titik merupakan warga luar Kota Cimahi. Setidaknya hal itulah yang terlihat dari hasil penjangkauan tahun lalu.
Ketua Forum LKSA Kota Cimahi, Dendi Alfian mengungkapkan, sebanyak 87 orang yang terjaring dari permasalahan sosial pada tahun lalu termasuk kategori anak jalanan. Mayoritas berasal dari luar Kota Cimahi.
Berdasarkan pejangkauan yang selama ini dilakukan oleh LKSA Kota Cimahi, sulit sekali merubah pola pikir anak jalanan agar mau merubah cara hidupnya. Pengaruhnya mereka untuk terus di jalan sangat kuat sekali.
"Kita kesulitan, butuh proses. Mereka sangat kuat pengaruh untuk terus dijalan," katanya, kepada pewarta, Selasa (20/6).
Ke depan, pihaknya berencana melakukan penjaungakaun dengan cara pendampingan seminggu sekali. Awalnya, pendampingan hanya dilakukan satu bulan sekali. Cimahi harus bebas anak jalanan harus terus dikampanyekan dan disadari semua pihak.
Ia menilai, maraknya anak jalanan yang tersebar di Cimahi disebabkan karena pola pengasuhan yang salah dari keluarga.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa anak turun ke jalanan. Tapi, yang paling mencolok ialah dikarenakan masalah intern keluarga.
"Banyak faktor, tapi hasil asessment anak-anak ini, terputus sekali komunikasi dengan keluarga. Ada pola pengasuhan yang salah kalau dilihat dari standar pengasuhan anak," ucapnya.
Dia mencontohkan, karena permasalahan ekonomi dalam keluarga dan, kebanyakan para orang tua para anak jalanan menyamakan usia mereka dengan usia dewasa. Ketika orang tua ada permasalahan, mereka kerap memarahi atau menyuruh tanpa memandang bahwa usia mereka masih anak-anak. Otomatis itu akan mengganggu mental anak.
"Efeknya, yang jadi anak jalanan ini mereka sulit sekali ketika kami ajak meninggalkan dunia lamanya,"pungkasnya. (hda)