CIMAHI - Dalam menghadapi arus mudik Idulfitri 2017, Dinas Perhubungan Kota Cimahi mengaku telah menyiagakan sebanyak 70 personel termasuk petugas penghitung kendaraan yang melintasi Cimahi sejak H-7 hingga H+7.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ison Suhud mengungkapkan, petugas sebanyak itu dibagi dalam dua bagian termasuk mereka yang melakukan traffic counting. Dia memprediksi, bahwa puncak arus mudik yang akan melintasi Kota Cimahi akan terjadi pada H-3 Idul Fitri 1438 Hijriyah.
"Perkirakan sekitar Kamis-Jumat sudah puncak karena sudah banyak keluar," katanya, kepada pewarta, Rabu (21/6).
Selain itu, kata dia, kemungkinan akan ada peningkatan volume kendaraan yang melintas. Pasalnya, kemudahan untuk membeli kendaraan. Ini terjadi untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Dampaknya, volume kendaraan terus mengalami peningkatan.
Kota Cimahi sendiri merupakan wilayah perlintasan bagi pemudik, khususnya pemudik kendaraan roda dua yang akan menuju wilayah selatan, seperti Garut dan Tasik. Bahkan, mereka juga bisa melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah seperti Cilacap, Solo hingga Yaogyakarta.
Berdasarkan pantauan H-5 jelang Idul Fitri, lalu lintas di sekitar jalan protokol Kota Cimahi masih terlihat lengang.
Untuk pos-pos pengamanan arus mudik juga sudah terpasang dibeberapa tempat, di antaranya di Alun-alun Kota Cimahi dan Kebon kopi.
Dia menghimbau kepada pemudik agar terlebih dulu memeriksa kendaraan sebelum berangkat terutama kondisi mesin dan rem. Selain itu, lalu-lintas agar segera dipatuhi para pengendara. Tak ketinggalan pemilik kendaraan pun harus memastikan diri dalam kondisi fisik prima.
"UNtuk pengendara roda dua, pengendara harus menaati rambu-rambu lalu lintas. Jangan sampai mereka melanggar ketenuan,” pungkasnya (HDA)