CIMAHI.- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cimahi menggelar Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) Padi. Puluhan petani dari perwakilan kelompok tani se-Kota Cimahi dan anggota Babinsa mengikuti kegiatan tersebut yang berlangsung di Kelompok Tani Nyenyerean RT 2/RW 18 Kampung Nyenyerean Kel. Leuwigajah Kec. Cimahi Selatan, Rabu (5/7/2017).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cimahi Huzen Rachmadi, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pertanian Mita Mustikasari disela kegiatan mengatakan, kegiatan diselenggarakan dalam rangka alih teknologi kepada petani sebagai pembelajaran penggunaan teknologi tepat guna. "Guna mendukung program nasional, peningkatan produksi dan swasembada beras di indonesia," ujarnya.
Para peserta mendapat pengetahuan tentang metoda alih teknologi sebagai pembelajaran PTT. Pemateri yang dihadirkan yaitu dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.
Menurut Huzen, SLPTT ini dibagi menjadi 3 kali. Pertama dimulai dengan tanam padi serentak yang berlangsung pada bulan Maret 2017. Kegiatan kedua pada bulan april dengan materi yang diberikan yakni pengendalian hama penyakit tanaman.
"Kegiatan yang ketiga soal teknologi pertanian. Jadi kegiatannya berkesinambungan," ucapnya.
Di lokasi yang sama, juga berlangsung panen dalam Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) yang penanamannya dilakukan pada Maret 2017 lalu. Dalam panen tersebut menghasilkan 8 ton gabah kering panen.
Di lahan seluas 5,2 hektare tersebut ditanam padi varietas dengan sistem Jajar Legowo. Sedangkan untuk jagung dan kedelai kebanyakan masyarakat menanam di lahan pekarangan.
"Semuanya agar berkontribusi dalam program Upsu Pajale ini, termasuk Kota Cimahi. Kita lakukan percepatan swasembada pangan, walaupun di Cimahi lahannya sedikit, tapi kita coba mempertahankan lahan yang ada," ungkap Huzen.
Disebutkan Huzen, Upsus Pajale sangat didukung jajaran TNI. Dampak yang ditimbulkan dengan adanya program Upsus Pajale ini, kata Huzen, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras, dan mampu menghasilkan di negeri sendiri. Selain itu, Impor jagung bakal mengalami penurunan dengan meningkatnya produksi jenis pangan tersebut.
Huzein mengharapkan, gerakan tanam padi serentak ini bisa memutus mata rantai hama penyakit tanaman disatu wilayah yang sama. (RR)***