CIMAHI.- Sosialisasi psikososial diberikan kepada 75 orang keluarga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Hal itu dilakukan agar mereka bisa memperkuat mental dalam keluarga.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi Erik Yudha Buana didampingi Kabid. Sosial Agustus Fajar dalam kegiatan Sosialisasi Psikososial di aula gedung A kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Kamis (20/7/2017).
"Kami ingin beri pemahaman psikososial sebagai bentuk ketahanan keluarga dalam menghadapi permasalahan sosial di lingkungannya," ujarnya.
Peserta kegiatan terdiri dari PMKS keluarga anjal, difabel, hingga keluarga dengan anggota gangguan jiwa.
Menurut dia, gejala psikososial bisa dilihat mulai dari melihat lingkungan sosial dari persepsi dia. "Apakah menghambat atau tidak. Biasanya yang dirasakan minder, tidak percaya diri," ucapnya.
Dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat keluarga PMKS mengetahui gejala gangguan psikososial, bisa mendeteksi dini, dan bagaimana berusaha melepaskan diri dari kondisi tersebut lewat cara-cara pengembangan diri yang positif.
"Jika mental keluarga PMKS kuat maka mereka bisa membangun keluarga harmonis. Harapan ke depan bisa memperbaiki taraf kehidupannya secara mandiri," tuturnya.
Selain itu butuh dukungan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perbaikan kehidupan keluarga PMKS. "Butuh peran masyarakat juga dalam mendampingi PMKS. Paling tidak mereka ada ketegaran, ada yang sama, kalau ada kekurangan masyarakat melihatnya bukan suatu hal negatif tapi dikuatkan agar bersama-sama menghadapinya," tuturnya. (RR)***