Loading...

Sudiarto Prihatin Rendahnya Apresiasi Seni & Budaya Masyarakat

Administrator 25 Juli 2017 165 kali dilihat
Bagikan:
Sudiarto Prihatin Rendahnya Apresiasi Seni & Budaya Masyarakat
CIMAHI - Wakil Walikota Cimahi, Sudiarto mengaku prihatin dengan kondisi terkini nasib seni dan budaya bangsa ditengah gempuran arus informasi global di masyarakat Indonesia termasuk di Cimahi yang terus termarginalkan. 

Keprihatinan itu disampaikan Sudiarto saat membuka Pasanggiri Seni Karawitan, Tari, Teater dan Padalangan Kota Cimahi Tahun 2017 yang digelar di Technopark Cimahi, pada Sabtu (22/7/2017). Hadir pula pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Kota Cimahi, Tata Wikanta, serta pimpinan instansi lainnya.

"Saat ini tradisional semakin terpinggirkan sehingga para seniman pun mengalami kemandegan dalam berkreativitas. Tak hanya itu, nilai-nilai tradisi mulai terkikis oleh paham global," kata Sudiarto.

Disampaikan Sudiarto, dewasa ini budaya asing kian meraja di tanah air sendiri. Hal ini menunjukan rendahnya apresiasi rasa cinta dan penghargaan masyarakat terhadap hasil karya sendiri.

Di Kota Cimahi, pelestarian dan perkembangan seni dan budaya masih menghadapi sejumlah permasalahan. Imbasnya, kontribusi seni dan budaya bagi peningkatan kehidupan sosial, budaya dan ekonomi masih belum optimal.

Mengenai pelaksanaan pasanggiri ini, disebutkannya peserta yang terlibat berjumlah 18 grup yang mewakili kecamatannya masing-masing. Rinciannya, kategori seni Karawitan enam grup, Tari enam grup, Teater tiga grup dan Padalangan tiga grup.

Acara seperti ini perlu digelar, untuk mengembangkan bakat dan minat, serta mengangkat karya, karsa dan rasa pada kegiatan positif. Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Paraturan Daerah Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Pemeliharaan Daerah.

"Ini merupakan kegiatan perdana dalam rangka menunjang program dan kegiatan serupa di tingkat Jawa Barat," pungkasnya. (hda)