CIMAHI- Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto melantik kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi periode 2017-2022, di Aula Gedung A, Komp. Perkantoran Pemkot Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusumah (26/07/2017).
Sudiarto menyampaikan amanah yang bapak/ibu terima ini janganlah dijadikan sebagai beban, akan tetapi sebagai suatu kesempatan untuk mengabdikan diri kepada kepentingan agama, masyarakat juga negara.
“Semoga kepercayaan yang telah dibebankan dipundak bapak/ibu dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab serta keikhlasandan semoga pengurus mui yang sudah dilantik dapat membawa mui semakin eksis dan mampu menghasilkan program-program unggulan. sehingga kedepan dapat melahirkan generasi penerus calon pemimpin yang kuat, hebat juga amanah,” ujar Sudiarto.
Tidak lupa Sudiarto mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengurus MUI periode sebelumnya, atas segala pengabdiannya kepada agama, masyarakat juga Pemerintah Kota Cimahi, baik dalam pengembangan syiar agama islam maupun partisipasinya dalam turut membangun kota cimahi
Sudiarto pun mengutip salah satu hadist Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa "Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. seorang hamba sahaya adalah penjaga harga tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya" (Hadist Riwayat Bukhari).
Sudiarto melanjutkan dalam pelaksanaannya, Rasulullah SAW sangat dekat dengan orang-orang yang dipimpinnya. penyebutan “sahabat” menunjukkan kedekatan pemimpin dengan yang dipimpin. ini pula yang menyebabkan terbentuk ikatan emosi yang kuat dan rasa saling percaya yang tinggi. dari yang dicontohkan rasulullah saw, minimal empat hal yang harus ada dan melekat pada diri seorang pemimpin atau imam yaitu: siddiq, amanah, tabligh dan fathonah.
“Dalam menentukan seorang figur pemimpin Rasulullah SAW adalah figur yang patut diteladani dan diikuti. beliau mengajarkan memimpin melalui konsep-konsep al-quran dan al-hadist. dari gaya kepemimpinan Rasulullah saw menunjukkan bahwa beliau adalah figur imam agama, pemimpin negara, masyarakat dan pemimpin dalam keluarga dan satu-satunya rujukan umat islam,” tutup Sudiarto