Loading...

8 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan

Administrator 27 Agustus 2017 278 kali dilihat
Bagikan:
8 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan
CIMAHI - Untuk meningkatkan kepercayaan diri para penyandang disabilitas di Kota Cimahi, sebanyak delapan penyandang disabilitas di Kota Cimahi menerima bantuan tangan dan kaki palsu dari pemerintah daerah.

Wakil Wali Kota Cimahi Sudiarto, menilai bantuan tersebut merupakan kepedulian semua pihak terhadap keberadaan para penyandang disabilitas di Kota Cimahi. Karena bagaimana pun mereka punya hak yang sama dengan manusia lainnya yang diberikan Tuhan kesempurnaan fisik.

"Kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) Jawa Barat dan Dinas Sosial Kota Cimahi harus terus dijaga," katanya, kepada pewarta, Jumat (25/8). 

Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Cimahi, penyandang disabilitas, seperti kekurangan tangan, tuna rungu dan sebagainya mencapai 1095 untuk kategori dewasa, 339 untuk kategori anak. 

Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi Erick Yudha mengatakan, mereka yang diberikan bantuan kali ini merupakan usulan dari APDL Jawa Barat. Dengan bantuan ini, para penyandang disabilitas bisa beraktifitas normal dan tidak merasa minder. 

"Paling tidak mereka bisa beraktifitas dan tak merasa berbeda dengan yang lain," imbuhnya. 

Salah seorang penerima bantuan itu, Akmaludin (29) mengaku senang karena mendapatkan tangan palsu baru secara singkat, yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhannya. Warga Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, ini menjadi penyandang disabilitas sejak 2008 lalu. 

"Sejak sekitar 9 (sembilan) tahun lalu, akibat kecelakaan kerja," ucapnya. 

Sejak kecelakaan kerja tersebut, tangannya terpaksa harus diamputasi. Ia juga sempat menggunakan tangan palsu, bantuan dari Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek). Meski tangannya harus diamputasi, tak serta merta membuatnya berhenti beraktifitas. Buktinya, hingga kini ia masih bekerja di salah satu perusahaan, bagian produksi di Kota Cimahi. 

Tapi, tangan palsu tersebut akhir-akhir ini jarang digunakan. Selain karena ukurannya sudah tidak sesuai, terkadang tangan palsu tersebut membuatnya kesakitan. Tangan palsu memiliki manfaat, hanya untuk menutupi kekurangan yang ia miliki saja. 

Dicontohkannya, ketika hendak menghadiri sebuah acara, tangan palsu tersebut pastinya akan dimanfaatkan. Dengan kata lain, manfaatnya lebih bersifat "kosmetik".

Berikut nama-nama yang mendapat bantuan kaki atau tangan palsu. 

1. Indra Subarnas dari Kelurahan Leuwigajah 
2. Fahmi dari Kelurahan Cimahi
3. Syamsul Hidayat dari Kelurahan Cipageran
4. Erik dari Kelurahan Cipageran (tangan palsu)
5. Tio Darmanto kelurahan cibabat (tangan)
6. Dinda (4) dari Kelurahan Melong (tangan palsu)
7. Suparman Kelurahan Cipageran (tangan palsu). 
8. Akmaludin dari Kelurahan Leuwigajah (tangan palsu)