CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi menargetkan 95 persen masyarakat menjadi peserta
program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat
(JKN-KIS) sampai akhir 2019. Hal itu sesuai target rencana strategis
Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Menurut Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna, saat ini masyarakat Kota
Cimahi yang sudah tercover JKN-KIS mencapai 92 persen, dari target
keseluruhan 95 persen "Kami sudah menganggarkan APBD untuk pembayaran iuran kepesertaan KIS
agar masyarakat dapat berobat, terutama warga kurang mampu," ujarnya.
Menurut Ajay, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan untuk memenuhi target 95 persen kepersertaan JKN-KIS.
"Yang belum kurang lebih 3 persen. Insya Allah terus pendataan dan harus seakurat mungkin," katanya.
Apalagi, di bulan November 2019 Kota Cimahi diharapkan dapat mencapai
target kepesertaan JKN-KIS baik PBI maupun non-PBI mencapai 95%.
"Sesuai arahan rencana strategis Kementrian Kesehatan," imbuhnya.
Kepala Dinkes Kota Cimahi drg. Pratiwi menambahkan, pihaknya beberapa
kali menerima pengembalian kartu JKN-KIS dari masyarakat. "Kalau PBI
secara ekonomi meningkat mestinya bayar sendiri. Kami beberapa kali
menerima ada yang mengembalikan meski jumlahnya sedikit. Ada kesadaran
masyarakat," katanya.
Kepala BPJS Cimahi Idham Kholid, mengatakan serupa. Pihaknya mendorong Kota Cimahi mencapai cakupan kepesertaan 95%.
"November nanti, kami optimis capaian Cimahi bisa menyentuh 95%,"
tuturnya.*