Taman Kartini Tengah Direvitalisasi
Administrator
13 Agustus 2019
293 kali dilihat
CIMAHI - Kesan negatif yang terpancar dari Taman Raden Ajeng (R.A) Kartini di Jalan Raya Baros, Kota Cimahi akan hilang dalam beberapa bulan ke depan. Sebab,
taman yang ada sejak zaman Kolonial Belanda itu tengah dalam masa
revitalisasi oleh Tim Cimahi Creative melalui dana Corporate Social
Responsibility (CSR) dari Bank BJB.
Dulunya, taman bersejarah
yang dulunya diberi nama Taman Wilhelmina itu disinyalir kerap dijadikan
tempat untuk melakukan hal yang negatif.
Ketua Tim Cimahi
Creative Arya Widia Nugraha menuturkan, ide pembuatan taman yang
refresentatif itu ada sejak tahun 2017 yang diusulkan langsung kepada
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna.
"Tapi Wak Wali
mengusulkan gimana kalau taman yang sudah ada direvitalisasi," kata Arya
saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (12/8).
Setelah ada
usulan, akhirnya diputuskan Taman Kartini yang akan direvitalisasi
menjadi taman yang refresentatif bagi semua kalangan masyarakat.
Khususnya warga Kota Cimahi.
Saat ini, ungkap Arya, Wali Kota
Cimahi mengusulkan dana CSR ke Bank BJB, dan baru terealisasi tahun
2019. Jumlah dana CSR yang didapat mencapai Rp 1,450 miliar (termasuk
pajak).
"Konsepnya merevitalisasi karena kan Taman Kartini dipakai tapi gak efektif, banyaknya negatif terutama malam," ujar Arya.
Dengan
konsep yang sudah dibuat, akhirnya revitalisasi taman bersejarah
dimulai. Bahkan, saat capaian kerjanya saat ini sudah mencapai 50 persen
dan ditargetkan Oktober mendatang sudah selesai dan bisa dinikmati
masyarakat.
"Pengerjaan masih 50 persen, kita target Oktober beres," ucapnya.
Perihal
konsep, jelas Arya, lahan seluas 9.000 meter persegi itu akan dibangun
beberapa fasilitas yang bisa dinikmati dari kalangan anak-anak, remaja
hingga Lanjut Usia (Lansia).
Fasilitas yang dibangun itu di
antaranya skatepark Cimahi, lapangan basket dan mini futsal, food store
(area berjualan), area bermain anak-anak hingga fasilitas refleksi untuk
Lansia.
"Kita bikin arena bermain anak lebih nyaman dan enak
karena sekarang kondisinya parah. Intinya, konsep taman yang dipake itu
kita kembangkan jadi yang lebih bermanfaat," terang Arya.
Selain
fasilitas, dana CSR yang didapat itu akan digunakan untuk mempercantik
dan memperindah Taman Kartini. Seperti kolam yang akan disulap jadi
jernih supaya enak dipandang.
"Kita juga bangun juga dermaga, jadi kalau airnya bersih enak dilihat," ucapnya.
Kemudian,
kata Arya, pihaknya juga akan merombak penerangan di Taman Kartini
Cimahi. Rencananya, akan dipasang sekitar 32 titik lampu di sana agar
tetap terlihat terang meski malam hari.
Arya melanjutkan, meski
direvitalisasi, pihaknya menjamin tidak akan menghilangkan unsur sejarah
dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sebab, area Taman Kartini akan tetap
didominasi oleh tanaman.
Terpisah, Kepala Seksi Pertamanan dan
Dekorasi Kota pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota
Cimahi, Mira Nurmeita Gantini mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi
konsep yang digagas dalam revitalisasi Taman Kartini.
"Jadi,
Cimahi Creative ini mewakili masyarakat Kota Cimahi. Mengakomodir dari
anak, remaja sampai Manula. Tentunya kita menyambut baik," ujarnya.
Jauh
sebelum pelaksanaan revitalisasi Taman Kartini, terang Mira, pihaknya
dengan Tim Cimahi Creative sering berkoordinasi. Terutama membasah soal
konsep.