CIMAHI.- Animo
masyarakat melakukan vaksinasi bagi hewan peliharaannya di Kota Cimahi
sangat tinggi. Jumlah hewan yang divaksin melebihi target, kegiatan
vaksinasi bagi hewan dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan
demi menjamin Cimahi bebas rabies dan flu burung.
Kepala
Seksi (Kasi) Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota
Cimahi Kota Cimahi Retno Wulan mengatakan, vaksinasi terhadap hewan
peliharaan masyarakat berakhir pada Agustus 2019.
"Animo
masyarakat untuk memvaksin hewan peliharaanya cukup tinggi. Terbukti
setiap pelaksanaan jumlahnya bisa mencapai puluhan di satu lokasi,"
ujarnya.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di masing-masing kelurahan melalui door to door, ada juga yang dipusatkan di satu lokasi.
"Kegiatan
dilakukan berkoordinasi dengan kelurahan dan RW setempat. Jika ada
masyarakat yang tidak mau bawa ternaknya ke lokasi, petugas yang
mendatangi. Hal itu sekaligus sosialisasi bahwa vaksinasi ini diperlukan
guna mencegah rabies dan flu burung," terangnya.
Sedikitnya
1.361 ekor hewan berbagai jenis mendapatkan vaksin rabies dan flu
burung selama pelaksaaan vaksinasi secara cuma-cuma. Pelaksanaan vaksin
rabies dan flu burung berlangsung dari Maret hingga Agustus 2019 dengan
sasaran anjing, kucing, musang, ayam, bebek, entog, dan angsa.
"Jika
masih ada pasien yang vaksin rabies ke Puskeswan juga tetap kita
layani. Untuk vaksin gratis, tapi ada biaya pemeriksaan berupa retribusi
daerah," ungkapnya.
Selama pelaksanaan vaksinasi
ada 662 ekor hewan yang terdiri dari anjing, kucing, musang, dan kera
yang divaksin rabies dari target 600 ekor.
Sementara vaksin flu burung sebanyak 699 ekor terdiri dari ayam, entog, bebek merpati, dan angsa dengan target 600 ekor.*