Kepala BPKSDMD Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh menjelaskan, manajemen talenta ini nantinya akan diintegrasikan dengan sistem teknologi berupa aplikasi yang rencananya diberinama 'Si Bang Jaka' atau Sistem Informasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepangkatan dan Jabatan. Jumlah SMD yang statusnya ASN ada sekitar 4.533 orang.
"Saya akan menghimpun pegawai Pemkot Cimahi sesuai talentnya, yakni kompetisi, kualifikasi, kinerja dan kedisplinan itu akan masuk sistem," kata Ahmad saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (25/9/2019).
Dengan sistem ini, kata Ahmad,
ketika ada keperluan rotasi, mutasi, promosi pihaknya akan mengambil
dari pegawai yang sudah memiliki talenta dan kompetensi yang sesuai
dengan kebutuhan.
Ia mencontohkan, misalnya ada satu jabatan Kepala Bagian (Kabag) yang diperebutkan lima orang.
"Sebelum disampaikan ke Baperjakat, kita sudah berikan catatan atau track recordnya. Itu by sistem, sehingga sistemnya bisa diakses langsung oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) atau pa Wali (Walikota)," terangnya.
Pada aplikasi si Bang Jaka ini, lanjut Ahmad juga akan muncul catatan sekundernya, yang bisa didapatkan dari masukan jurnalis, LSM, masyarakat atau dari mana pun tentang pegawai tersebut, baik positif maupun negatif.
"Positifnya kita tampung. Kalau negatifnya kita tabayun dulu, bener ngga ini. Kalau pun bener 'kan tetap harus kita tampung, masa menempatkan pegawai dengan moral seperti ini misalnya. Nah itu tujuan data sekunder yang ada di sistem Si Bang Jaka ini," bebernya
Menurut Ahmad, keberadaan si Bang
Jaka ini juga sekaligus menjawab tantangan dari program prioritas
Presiden RI Joko Widodo yang akan meningkatkan kualitas SDM dan
kemampuan birokrasi. Sementara hasil Bank Dunia menyebutkan
bahwa Indonesia paling rendah dari segi pelayanan birokrasinya.
"Misalkan untuk kepengurusan surat ijin, di Thailand cukup hanya 3 hari, di kita bisa ada yang sampai 3 bulan. Berarti itu birokrasinya harus ada yang dibenerin, termasuk juga di cimahi," terangnya.
Disebutkan Ahmad, keberadaan Si Bang Jaka juga sebagai tantangan ke depan dalam rangka untuk mengoptimalkan fungsi Mall Pelayanan Publik (MPP), yang merupakan sub infrastruktur pelayanan yang sangat ideal.
"Tapi yang utama kan pegawai yang akan melakukan pelayanan itu. Sehingga perlu penyeleksiannya yang betul-betul," ucapnya.
"Di manajemen talenta ini nanti akan kita naungi regulasinya. Di sistem ini nanti akan muncul pegawai yang cocok disitu melalui pendekatan intervensi kemampuannya seperti apa, ada assesmen, monitoring dan coaching," tambah Ahmad.
Diakuinya, regenerasi di lingkungan Pemkot Cimahi belum begitu bagus. Sehingga penjaringan melalui sistem si Bang Jaka ini akan dimulai dari staf. "Kelemahan kita regenerasinya itu tidak begitu baik, karena tidak disiapkan untuk 5 atau 10 tahun yang akan datang. Ketika sekarang dibutuhkan, karena tidak disiapkan sejak awal, jadi milih yang ada saja," ucapnya.
Disebutkan Ahmad, meskipun nantinya sudah ada Si Bang Jaka, lelang jabatan terbuka atau open bidding Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) tetap dilakukan. Sebab sudah ada ketentuannya.
"JPT itu kan oleh KASN (Komisi ASN), prosesi seleksinya sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) nomor 11 tahun 2017 tentang managemen PNS. Si Bang Jaka itu menyiapkan bahan bakunya untuk peserta seleksi open bidding," terangnya.
------
Ia mencontohkan ketika open bidding untuk jabatan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) beberapa waktu lalu, sempat menemui kesulitan karena yang memiliki latarbelakang jabatan di dishub itu terbatas.
"Sehingga Open bidding yang pertama kan gagal, hanya 2 orang yang daftar, harusnya kan minimal 4 orang. Kenapa dishub gagal karena si peserta seleksi saat itu banyaknya kepegawian, padahal potensinya bisa di Dishub. Open bidding kedua akhirnya memenuhi kuoto. Ini kenapa ?, karena belum disipakan kadernya," beber Ahmad,
Tantangan dari itulah, lanjut Ahmad, muncul manajemen talenta dengan aplikasinya si Bang Jaka. Kedepannya ketika akan menyiapkan kepala dinas sudah banyak.
"Targetnya tahun 2020 sudah mulai penjaringan atau inventarisasi, dikumpulkan, ini punya talent ini. Ketika mungkin nanti Tahun 2021-2022 akan ada lagi pengembangan SDM untuk mutasi, promosi, dan rotasi sudah siap bahan bakunya. Untuk saat ini, sebelum sistem ini berlaku kita melihat kompetensi yang ada saja," pungkasnya.