CIMAHI.-Sebanyak tujuh warga
disabilitas yang selama ini mobilitasnya terbatas hingga harus
menggunakan alat bantu akan segera memiliki kaki dan tangan palsu.
Mereka akan mendapat bantuan kaki-tangan palsu, hal itu dapat membantu
kehidupan hingga kepercayaan diri mereka. Bantuan
berasal dari Program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa
Barat. Warga disabilitas tersebut melakukan pengukuran kaki dan tangan
palsu di sekertariat Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi di kompleks Nata Endah Kota Cimahi.
Usia
warga disabilitas yang bakal mendapat bantuan kaki dan tangan palsu
mulai dari usia anak hingga dewasa. Secara bergiliran mereka melakukan
pengukuran dan pembuatan cetakan untuk kaki maupun tangan palsu
menggunakan bahan gips.
Ketua Yayasan Anugerah
Disabilitas Karawang Jawa Barat Sri Agustini yang juga Ketua Aliansi
Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) mengatakan, kegiatan tersebut
hasil kerjasama dengan Baznas Jawa Barat. "Secara keseluruhan kuota Jawa
Barat sebanyak 50 orang, untuk Cimahi dapat 7 orang," ujarnya.
Bantuan
kaki dan tangan palsu gratis terutama untuk warga tidak mampu. Mereka
cukup melampirkan persyaratan fotokopi KTP, KK, SKTM dan foto seluruh
badan.
Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi Agustus Fajar mengatakan,
Kota Cimahi mendapat jatah bantuan kaki-tangan palsu dari Baznas
Provinsi Jawa Barat.
Pihaknya berharap penyandang
disabilitas yang belum mendapatkan bantuan dalam kesempatan ini bisa
mendapatkannya pada kesempatan selanjutnya. "Peminat banyak. Bantuan
kaki-tangan palsu ini sangat bermanfaat untuk membantu mobilitas mereka
sehingga bisa lebih mandiri, termasuk meningkatkan rasa percaya diri
dalam berbagai kegiatan," tandasnya.