Loading...

Bantuan Kaki-Tangan Palsu Bagi Warga Disabilitas Bantu Mobilitas dan Percaya Diri

Administrator 27 September 2019 181 kali dilihat
Bagikan:
Bantuan Kaki-Tangan Palsu Bagi Warga Disabilitas Bantu Mobilitas dan Percaya Diri
CIMAHI.-Sebanyak tujuh warga disabilitas yang selama ini mobilitasnya terbatas hingga harus menggunakan alat bantu akan segera memiliki kaki dan tangan palsu. Mereka akan mendapat bantuan kaki-tangan palsu, hal itu dapat membantu kehidupan hingga kepercayaan diri mereka. Bantuan berasal dari Program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat. Warga disabilitas tersebut melakukan pengukuran kaki dan tangan palsu di sekertariat Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi di kompleks Nata Endah Kota Cimahi. 
Usia warga disabilitas yang bakal mendapat bantuan kaki dan tangan palsu mulai dari usia anak hingga dewasa. Secara bergiliran mereka melakukan pengukuran dan pembuatan cetakan untuk kaki maupun tangan palsu menggunakan bahan gips.
Ketua Yayasan Anugerah Disabilitas Karawang Jawa Barat Sri Agustini yang juga Ketua Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) mengatakan, kegiatan tersebut hasil kerjasama dengan Baznas Jawa Barat. "Secara keseluruhan kuota Jawa Barat sebanyak 50 orang, untuk Cimahi dapat 7 orang," ujarnya.
Bantuan kaki dan tangan palsu gratis terutama untuk warga tidak mampu. Mereka cukup melampirkan persyaratan fotokopi KTP, KK, SKTM dan foto seluruh badan.
Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi Agustus Fajar mengatakan, Kota Cimahi mendapat jatah bantuan kaki-tangan palsu dari Baznas Provinsi Jawa Barat. 
Pihaknya berharap penyandang disabilitas yang belum mendapatkan bantuan dalam kesempatan ini bisa mendapatkannya pada kesempatan selanjutnya. "Peminat banyak. Bantuan kaki-tangan palsu ini sangat bermanfaat untuk membantu mobilitas mereka sehingga bisa lebih mandiri, termasuk meningkatkan rasa percaya diri dalam berbagai kegiatan," tandasnya.