CIMAHI.- Parade 1.000 santri
se-kota Cimahi memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di
kompleks Pemkot Cimahi, Selasa 22 Oktober 2019. Kegiatan tersebut
diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan masyarakat dan mewujudkan Cimahi
kota agamis.
Kegiatan diawali dengan devile santri
dari 28 pesantren yang ada di Kota Cimahi. Dilanjutkan dengan upacara
Hari Santri Nasional 2019 dan tablig akbar.
Tiap
pesantren memiliki ciri khas pakaian masing-masing dalam parade
tersebut. Selain pakaian khas santri, banyak santri mengenakan ikat
kepala warna merah putih dan membawa poster-poster semangat kebangsaan.
Saat parade, para santri unjuk kabisa dengan pertunjukan drumband, orasi kebangsaan, yel-yel, hingga menyanyikan salawat.
Tema
yang diusung pada peringatan Hari Santri Nasional 2019 adalah 'Santri
Indonesia untuk Perdamaian Dunia'. Peringatan HSN merupakan bentuk bukti
keberadaan negara memberi penghormatan kepada santri dan pesantren yang
menjadi bagian sejarah kemerdekaan bangsa dan memiliki kontribusi besar
dalam menjaga persatuan NKRI.
Hari Santri Nasional
dicetuskan dengan tujuan meneladani semangat jihad kepada para santri
yang terlibat dalam merebut kemerdekaan RI. Pemilihan tanggal 22 Oktober
merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh
pahlawan nasional KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945.
Kabag.
Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi Mardi Santoso mengatakan, Pemkot
Cimahi mengajak seluruh lapisan masyarakat memperingati HSN 2019.
"Menjadi bentuk kebersamaan dalam menjaga persatuan dengan sinergi semua
komponen masyarakat di Cimahi," ujarnya.
Dalam
kegiatan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Kementrian Agama
(Kemenag) Kota Cimahi dan seluruh ormas Islam yang ada di Kota Cimahi.
"Melalui Hari Santri dengan tema nasional, maka tidak terlepas kita
ingin menunjukkan bahwa masyarakat Cimahi guyub untuk mewujudkan
pembangunan di Kota Cimahi," katanya.
Menurut
Mardi, kondisi pesantren di Kota Cimahi beragam. "Pemkot Cimahi terus
berupaya mendorong pesantren dan santri untuk bisa berkontribusi,"
ungkapnya.
Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna
mengatakan, pihaknya memberi perhatian kepada para santri, guru ngaji,
serta pesantren. "Insentif bagi guru ngaji terus ditingkatkan. Fasilitas
sekolah agama juga terus didorong untuk ditingkatkan," ucapnya.
Lewat
peringatan HSN tersebut, walikota berharap Cimahi semakin agamis.
"Penetapan hari santri menjadi pemicu agar Cimahi menjadi Kota Agamis
bisa terwujud," tuturnya.*