Kota Cimahi Bersiap Jadi Tuan Rumah Agenda Presiden RI
Administrator
28 Januari 2020
148 kali dilihat
CIMAHI.- Kota Cimahi menjadi tuan rumah dua agenda besar yang bakal
dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Rabu (29/1/2020). Pemerintah Kota
Cimahi melakukan persiapan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.
Jokowi dijadwalkan bakal datang ke Kota Cimahi didampingi 34 gubernur serta 120-an walikota dan bupati se-Indonesia.
Sekretaris
Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan, mengatakan waktu
kedatangan Jokowi bersama iring-iringan sedang dalam persiapan.
"Tempat
kunjungannya sudah pasti, ke Cimahi Technopark, menyalurkan PKH ke 2500
keluarga se-Bandung Raya, dan mengecek Curug Jompong. Untuk jadwal
tetap masih dalam persiapan oleh pihak Paspampres," ujarnya di Aula
Gedung A Kompleks Pemerintahan Kota Cimahi Jalan Raden Demang
Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin (27/1/2020).
Rencana kegiatan
Presiden ke Kota Cimahi dalam rangka pencanangan nasional "Gerakan
Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030" di Gedung Technopark Cimahi Jalan
Baros. Kegiatan tersebut diinisiasi Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia bersama Stop TB Partnership Indonesia (STPI) untuk mendorong
penetapan TBC sebagai prioritas pembangunan kesehatan
nasional dan harmonisasi kegiatan dan sumber daya para pemangku
kepentingan
dalam mencapai Eliminasi TBC 2030 di Indonesia. Serta mengajak seluruh
lapisan masyarakat proaktif dalam upaya untuk mengakhiri TBC di tingkat
daerah.
Kegiatan lainnya yaitu penyerahan secara simbolis sekitar
2.500 penerima Bantuan Program penyaluran bantuan Program Keluarga
Harapan (PKH) di Lapangan Rajawali Kota Cimahi. Penerima secara simbolis
mayoritas warga Kota Cimahi dan daerah sekitar.
"Kedatangan presiden ke sini bentuk apresiasi untuk Kota Cimahi maka kita harus sambut dan persiapkan dengan baik," katanya.
Dalam
kunjungannya, presiden menginginkan pelayanan di kecamatan, kelurahan,
puskesmas, sekolah maupun kantor pemerintahan lainnya tetap berjalan
seperti biasa. Sedangkan, terkait pengaturan arus lalulintas Pemkot
Cimahi masih menunggu arahan dari pihak kepolisian. Untuk tempat parkir,
akan memanfaatkan lahan milik TNI.
"Potensi kemacetan arus lalu lintas ada, dan kami minta maaf pada masyarakat serta pengendara yang terdampak," tuturnya.***