Dinkes Kota Cimahi Himbau Masyarakat Waspada Virus Corona
Administrator
30 Januari 2020
125 kali dilihat
CIMAHI.- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meminta agar semua
pihak mulai waspada mengantisipasi potensi penyebaran Novel Corona Virus
(NCoV) dari Wuhan Tiongkok. Masyarakat diminta menjalankan perilaku
hidup bersih dan sehat (PHBS) dan meningkatkam ketahanan tubuh agar
tidak mudah terserang penyakit.
Sekretaris Dinkes Kota Cimahi,
Chanifah Listyarini, semua Puskesmas di Cimahi sudah dikirim surat
imbauan dan kewaspadaan dalam melakukan penanganan pasien terutama yang
menunjukkan gejala demam dan gangguan pernafasan.
"Sudah dikirim
surat kewaspadaan Corona Virus. Kita kirim ke Puskesmas dan perusahaan
yang ada tenaga kerja asingnya, terutama yang dari Tiongkok," ujarnya.
Belum
ditemukan kasus terduga virus corona di Kota Cimahi. "Sejauh ini belum
ada kasus muncul di Kota Cimahi dan mudah-mudahan tidak ada. Sesuai
perkembangan kasus, penyakit ini dapat menular antar manusia secara
terbatas karena itu yang penting menjaga kondisi kesehatan," ujarnya.
Pneumonia
merebak di Kota Wunan China sejak 31 Desember 2019. Penyebab penyakit
tersebut novel coronavirus (2019-nCoV), jenis virus baru yang masih satu
family dengan virus penyebab SARS dan MERS. Penyebab penularan virus
ini masih belum jelas, namun dicurigai disebabkan oleh hewan (zoonosis)
dan bisa terjadi penularan dari manusia ke manusia.
Dapat menyerang
siapa saja, mulai dari anak-anak sampai lanjut usia, namun lebih banyak
pada balita dan lanjut usia. Gejalanya mulai dari batuk berkepanjangan,
demam, gangguan pernafasan, hingga kasus terparah radang paru.
Untuk
mengurangi resiko infeksi coronavirus, masyarakat agar sering mencuci
tangan pakai air dan sabun, menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan,
tutupi hidung dan mulut saat batuk dan bersin, hindari kontak dengan
orang sakit, tidak kontak langsung dengan hewan liar, mengkonsumsi
makanan matang. "Jika mengalami gejala demam, batuk, nafas pendek,
segera cari bantuan medis," ungkapnya.
Pihaknya menghimbau masyarakat
tidak bepergian ke China, atau berinteraksi dengan orang yang baru
pulang dari China dengan gejala tersebut," tuturnya.***