Sektor PAD Budidaya Benih Ikan Terus Digenjot
Administrator
31 Januari 2020
170 kali dilihat
CIMAHI - Pemerintah
Kota (Pemkot) Cimahi terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari
sektor budidaya benih ikan yang dikelola Balai Benih Ikan Tawar (BBIAT)
pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi. Tahun ini, budidaya benih
ikan bisa menyumbang PAD hingga Rp60.175.500.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT BBIAT pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mochamad Taufik mengatakan,
target
itu sudah disesuaikan dengan potensi pasar. Apalagi, BBIAT mulai tahun
ini sudah menyiapkan benih ikan baru untuk dibudidayakan.
"Targetnya
naik dari tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu targetnya itu
Rp40.100.000," katanya ditemui di BBIAT Kota Cimahi di Kompleks Nata
Endah, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, jumat
(31/1/2020).
Dari retribusi PAD sektor budidaya benih ikan yang
ditargetkan itu, realisasi capaian tahun lalu mencapai Rp42.500.000.
"Target retribusi tahun 2019 Rp40.100.000, realisasi capaian
Rp42.500.000.
PAD dari sektor jasa usaha benih ikan didapat dari
penjualan ikan konsumsi dan ikan hias yang dimulai digarap sejak tahun
2018, yang mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 3
tahun 2017 tentang Retribusi Jasa Usaha.
Dalam Perda itu, nilai
jual berbagai benih dicantumkan. Seperti ikan lele harga terendahnya
Rp50/ekor untuk ukuran larva, sedangkan harga tertinggi adalah ukuran
9-12 cm yang dipatok Rp400/ekor. Kemudian, benih ikan nila yang dijual
sesuai ukuran.
Harga terendah benih lele ukuran larva ialah
Rp25/ekor. Sedangkan harga tertinggi Rp200/ekor untuk ukuran 9-12 cm.
Untuk ikan mas, harga terendah adalah Rp50/ekor untuk ukuran larva.
Sedangkan harga tertinggi Rp250/ekor untuk ukuran 9-12 cm. Ikan hias
frontosa dijual Rp150.000/ekor dan Mas Koki Ranchu yang dijual
Rp150.000/ekor.
"Dari benih nilai 20 persen, beni lele 15 persen,
ikan hias 23 persen, afkiran nila dan lele yang kurang produktif 42
persen," sebut Taufik.
Budiadaya ikan hias sendiri akan menjadi
prioritas utama untuk dikembangkan. Namun, akan disesuaikan dengan
kondisi alam dan pasar yang terbarukan. Seperti duboisi, cupang dan
guppy.
"Jadi lebih fokus ke ikan hias dulu. Ikan konsumsi sekarang ada nila sama lele," ucap Taufik.
Ia
melanjutkan, berbagai potensi budidaya ikan hias itu rencanakan akan
dimasukan ke dalam revisi Perda (Perda) Kota Cimahi Nomor 3 tahun 2017
tentang Retribusi Jasa Usaha. Termasuk harga yang rencananya akan ada
perubahan.
Dengan rencana perubahan Perda nanti, diharapkan PAD
dari budidaya ikan bisa meningkat. "Itu yang masuk Perda yang direvisi.
Ada komiditi baru maka harus dimasukan ke perubahan Perda baru terutama
ikan hias termasuk harga. Harapannya secepatnya beres," pungkasnya.