CIMAHI.- Dinas
Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan
(Dinkes) Kota Cimahi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi
angkutan umum atau dikenal angkot di Terminal Pasar Antri Jalan
Sriwijaya Raya Kota Cimahi.Kepala
Seksi Angkutan Dishub Kota Cimahi Ranto Sitanggang mengatakan, acara
pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir dilakukan untuk memastikan
kesehatan mereka. "Kegiatan rutin supaya kesehatan sopir termonitor, fit
sehingga dalam mengoperasikan kendaraan bisa aman lancar dan
berkeselamatan," ujarnya.
Jika hasil pemeriksaan dokter tidak dalam
kondisi fit, lanjut Ranto, pihaknya menghimbau pengemudi beristirahat.
"Keluhannya rata-rata sakit pinggang, pegal, hipertensi. Kalau kondisi
tidak fit hasil diagnosa dokter, kami sarankan jangan bawa kendaraan
dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.
Ranto
mengatakan, sopir dan pengusaha angkutan perlu menaati aturan jam kerja
dan jam istirahat. "Sehingga pengemudi kendaraan bermotor umum diberi
waktu kerja paling lama 8 jam sehari, harus ada istirahat. Jangan
dipaksakan mengendarai kendaraan lama dan tidak fit karena bisa
berdampak pada kecelakaan lalu lintas," tuturnya.
Kepala Seksi
Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Romi Abdurakhman,
menjelaskan, rata-rata keluhan gangguan kesehatan yang dialami sopir
seperti pegal-pegal, pusing, gangguan lambung, ambeien, hingga darah
tinggi. Menurutnya, gangguan kesehatan tersebut muncul akibat gaya hidup
sopir.
"Kebanyakan faktor resiko PTM tinggi karena gaya hidup.
Rata-rata perokok, sering minum kopi dengan gula berlebih, kurang tidur,
aktifitas tinggi, sulit berolahraga," ujarnya.
Terkait jam kerja
sopir, lanjut Romy, keluhan pegal-pegal dan kelelahan menjadi dampak
menyetir terlalu lama. "Memang wajib istirahat dulu. Dengan kondisi fit,
pengemudi fokus mengemudi dan keselamatan penumpang serta pengguna
jalan lainnya bisa lebih terjamin," katanya.***