CIMAHI.- Meningkatkan kesadaran
masyarakat akan bahaya kanker serviks, Pemerintah Kota Cimahi menggelar
layanan Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Tes) selama Februari 2020
di Puskesmas se-Kota Cimahi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat
terutama perempuan bisa deteksi dini kanker serviks dan menjaga kesehatannya agar tidak terjangkit penyakit tersebut.
Gebyar layanan IVA Test berlangsung dalam rangkaian
peringatan Hari Kanker Sedunia Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi
bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Cimahi,
IDI Kota Cimahi, dan IBI Kota Cimahi menggelar layanan di Puskesmas Cimahi Tengah dan Bidan Delima di Padasuka.
Kepala
Dinkes Kota Cimahi drg. Pratiwi mengatakan, kegiatan digelar dalam
rangka peringatan Hari Kanker Sedunia yang diperingati tiap tanggal 4
Februari. Kegiatan terdiri dari workshop tentang kanker serviks dan
payudara, dan pemeriksaan IVA Tes yang diikuti sekitar 150 orang.
Pelaksanaan tes dibagi dua tempat yaitu Puskesmas Cimahi Tengah dan
Bidan Delima di Jalan KH. Usman Dhomiro Padasuka.
"Layanan
gratis juga berlangsung selama Februari 2020 di puskesmas.
Mudah-mudahan masyarakat bisa terlayani dan mengecek kesehatannya sejak
dini supaya tidak terkena kanker serviks dan kanker payudara," ujarnya.
Menurutnya,
kanker serviks dan kanker payudara ini bisa ditemukan sejak dini dan
segera diobati agar tidak berlanjut. "Peran IVA tes untuk mendeteksi
dini jika ada potensi kanker serviks. Karena itu sangat penting
dilakukan khususnya bagi perempuan usia subur (PUS)," katanya.
Ketua
YKI Cabang Kota Cimahi Lucyani M. Priatna mengatakan, kanker menjadi
penyakit tidak menular (PTM) paling mematikan nomor dua di dunia.
Bahkan, kanker menjadi penyakit yang memakan biaya paling besar untuk
penanganannya setelah penyakit jantung dan gagal ginjal.
"Kegiatan
ini menjadi upaya bersama untuk pencegahan kanker terutama bagi
perempuan melalui deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara.
Diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga untuk mendeteksi kanker secara dini," ujarnya.
Pencegahan
kanker bukan hanya tugas dinas tapi butuh kerjasama dan dukungan semua
pihak terutama masyarakat sehingga memiliki pengetahuan, kemauan, dan
kemampuan meningkatkan kesehatannya. "Sehingga diharapkan angka
kesakitan akibat kanker dapat diturunkan secara signifikan,"
tuturnya.***