Dispangtan Cimahi Komitmen Pertahankan Lahan Pertanian
Administrator
29 Mei 2020
3111 kali dilihat
CIMAHI -
Sebagai komitmen untuk mempertahankan lahan pertanian, Dinas Pangan dan
Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi mengunci 15,34 hektare lahan sawah
agar tidak beralihfungsi.
Luasan lahan pertanian tersebut sudah
dimasukan menjadi Lahan Pangan Peranian Berkelanjutan (LP2B) yang
tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Detail Tata Ruang
(RDTR) Kota Cimahi.
"Tidak boleh beralih fungsi itu. Kita masukan
ke dalam Perda RDTR. (Sisanya) kita berharap tidak beralihfungsi," ujar
Kepala Bidang Pertanian pada Dispangtan Kota Cimahi, Mita Mustikasari,
Kamis (28/5/2020).
Lahan sawah tersisa di Kota Cimahi sendiri
mencapai 137 hektare yang tersebar di tiga kecamatan. Yakni 85 hektare
lahan sawah di Kecamatan Cimahi Utara, 8 hektare di Kecamatan Cimahi
Tengah dan 47 hektare di Kecamatan Cimahi Selatan yang digarap 505
petani.
"Harapannya lahan tersisa itu tidak dialihfungsikan," ucap Mita.
Tahun
lalu, produksi padi di Kota Cimahi mencapai 1.559,4 ton. Hasil produksi
padi tersebut mayoritas hanya untuk konsumsi pribadi pemilik dan petani
penggarap. "Kalau untuk padi sebagian besar dikonsumsi sendiri. ada sih
yang dijual tapi enggak terlalu banyak," sebut Mita.
Untuk meningkatkan produktifitas padi tahun ini, terang Mita, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya
penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB), penerapan teknologi sistem tanam jajar legowo, pemakaian pupuk berimbang.
Kemudian
penggunaan alat mesin pertanian secara optimal, pengendalian hama dan
penyakit tanaman hingga panen padi tepat waktu. "Iya mudah-mudahan
dengan upaya-upaya tersebut bisa terus meningkatkan produksi padi di
Kota Cimahi," sebut Mita.
Untuk produksi pertanian holtikultura
dan tanaman palawija di Kota Cimahi, lanjut Mita, kebanyakan untuk
dijual ke berbagai daerah di wilayah Bandung Raya. Seperti Pasar
Caringin, Kota Bandung.
Tercatat lahan holtikulutra yang tersisa
di Kota Cimahi mencapai 260 hektare. Mayoritas berada di Kecamatan
Utara. Lahan tersebut ditanami berbagai macam sayuran seperti kangkung,
bayam, sawi dan berbagai jenis sayuran lainnya.
"Biasanya kalau
sayuran itu di jual di seputaran Bandung Raya. Kurang lebih ada 260
hektare untuk lahan holtiklutura," pungkas Mita.