CIMAHI - Upaya penertiban ketentraman dan keamanan kembali
terus dilakukan oleh jajaran Polres Cimahi.
Kali ini aparat dari Polres Cimahi kembali melakukan
penertiban terhadap ratusan knalpot bising yang
beredar di Kota Cimahi.
Hal ini tak lain karena pihak kepolisian saat ini sedang
berperang juga melawan pengendara motor yang menggunakan knalpot bising atau
knalpot bising. Perang terhadap knalpot bising dilakukan di wilayah Kota Cimahi
dan Kabupaten Bandung Barat
Sebab belakangan kian marak pengendara motor menggunakan
knalpot brong yang akhirnya meresahkan masyarakat. Beberapa titik rawannya
yakni Jalan Amir Machmud sebagai jalan arteri di Kota Cimahi dan kawasan
Lembang sebagai tujuan bikers untuk melakukan sunday morning ride (Sunmori).
"Banyak masyarakat yang melapor ke Polres Cimahi
terkait keresahan dan kebisingan dari pengendara yang menggunakan knalpot
brong," kata Kasatlantas Polres Cimahi AKP Sudirianto, Kamis (9/2/2023).
Pihaknya saat ini melaksanakan penyisiran ke sejumlah
penjual knalpot brong di wilayah Kota Cimahi dan Bandung Barat. Mereka diimbau
tidak menjual knalpot brong terutama pada pelajar.
"Kami sudah menyisir beberapa tempat, salah satunya di
Pasar Citeureup dan ini yang paling banyak. Mereka mendapat knalpot brong ini
dari luar kota kemudian dijual di sini. Harganya memang murah, mulai dari Rp100
ribu," tutur Sudirianto.
Sementara dari sisi penindakan, sejak Januari sampai awal
Februari 2023, pihaknya menyita ratusan knalpot brong dari pengendara motor
terutama yang terjaring razia di kawasan Lembang setiap akhir pekan.
"Dari razia knalpot brong, kami menyita sekitar 250
knalpot. Kami minta motornya dipasang knalpot standar lagi agar tidak
mengganggu masyarakat," kata Sudirianto.
Sementara itu Wawan (37), salah satu pelapak knalpot brong
di Pasar Citeureup, Kota Cimahi, mengatakan bakal mengikuti arahan pihak
kepolisian soal penjualan knalpot brong.
"Ya diikuti saja, tadi juga disarankan yang dijual yang
tidak terlalu berisik. Atau bisa ditambah peredam lagi," ujar Wawan.
Namun di sisi lain, ia menyebut penjualan knalpot brong
belakangan mengalami penurunan. Dalam sebulan, ia hanya bisa menjual tiga
sampai empat knalpot brong.
"Biasanya seminggu bisa 3 sampai 4, sekarang 3 sampai 4
knalpot itu terjualnya sebulan. Memang menurun, karena penjualan online lebih
laku," tutup Wawan.