Loading...

Aksi Heroik Personel Gabungan Saat Peragakan Penanganan Bencana Gempa di Gedung MPP Kota Cimahi

Adhy Rahadhyan S.I.Kom 27 Mei 2024 1789 kali dilihat
Bagikan:
NotFound
CIMAHI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi melakukan simulasi penanganan bencana gempa bumi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Jawa Barat pada Rabu (22/5/2024) dalam rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2024.

Simulasi itu dihadiri Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi Dicky Saromi, Kakorlaps Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI Lukmansyah, unsur TNI dan Polri, para relawan kebencanaan hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Cimahi.

Pj Wali Kota Cimahi Dicky Saromi mengatakan simulasi seperti ini sangat penting untuk mengurangi risiko bencana seperti gempa bumi. Terlebih lagi Kota Cimahi masuk zona merah ancaman gempa dari Sesar Lembang.

"Kesiapsiagaan ini mengandung dua arti bahwa kita siap ketika bencana itu datang dan kedua untuk mengurangi risiko bencana ketika bencana itu datang," imbuh Dicky.

Menurutnya, simulasi ini juga bisa semakin meningkatkan kapasitas personel kebencanaan yang terlibat dari mulai BPBD, TNI, Polri, relawan dan unsur terkait lainnya. Sebab dalam simulasi ini bisa terlihat kelebihan dan kekurangan ketika melakukan penanganan kebencanaan.

"Simulasi adalah hal yang memang kita perlu lakukan karena dengan simulasi kita bisa evaluasi dimana letak kelebihan yang kita punya dan mana saja kekurangannya. Kita melakukan di MPP karena di sini cukup lengkap tidak hanya dalam konteks vertical rescue tetapi juga untuk recuse yang lain," tegasnya.

Kakorlaps BNPB Brigjen TNI Lukmansyah mengatakan pada prinsipnya ada tiga hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi bencana. Dari mulai kesiapan kemudian peringatan dan mitigasi. 

"Kesiapannya sudah dilakukan, simulasi sudah dilakukan kemudian peringatan. Kemudian pada saat peringatan apakah sistemnya sudah berjalan misalnya ada sirene, apakah masyarakat itu mengerti sirine untuk apa," terangnya.

Lukmansyah mengatakan masyatakat harus diberikan edukasi dan informasi tekati peringatan kebencanaan hingga mitigasi dini. Bukan hanya gempa bumi, tapi bencana lainnya. 

"Jadi yang penting masyatakat tahu bunyi arti peringatan tersebut, kita harapkan masyarakat tahu apa yang harus dilakukan. Penanganan kebakaran gema bumi, tsunami, banjir tentunya berbeda-beda (sirine dan mitigasinya)," pungkas dia.