Loading...

TPA Sarimukti Tetap Dibatasi, DLH Kota Cimahi Ingatkan Warga Pilah Sampah

Rano Hardiana 13 Agustus 2025 1806 kali dilihat
Bagikan:
TPA Sarimukti Tetap Dibatasi, DLH Kota Cimahi Ingatkan Warga Pilah Sampah
CIMAHI.- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengingatkan masyarakat ini membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sebab, jatah pembuangan sampah dari Kota Cimahi ke TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tetap dibatasi.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Nomor: 6174/PBLS.04/DLH perihal Peringatan dan Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPPAS Regional Sarimukti, Kota Cimahi hanya mendapat jatah 119,16 ton per hari. 

"Betul kita sudah menerima surat edaran terbaru dari Pemprov Jabar terkait pembatasan terbaru di TPA Sarimukti. Sekarang kita benar-benar di timbang, 119 ton per hari jatah kita," kata Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Senin (11/8/2025).

Dirinya menegaskan, pemilahan sampah dari sumber yang dilakukan masyarakat akan sangat membantu pihaknya dalam mengelola sampah. Sebab, produksi sampah di Kota Cimahi rata-rata mencapai 230-250 ton per hari tak sebanding dengan kuota pembuagan ke TPA Sarimukti.

Jika dalam sehari hanya 119 ton lebih sampah yang dibuang dari Kota Cimahi ke TPA Sarimukti, artinya ada sekitar 100 ton lebih yang tersisa dan harus dikelola Pemkot Cimahi. Chanifah mengatakan, pihaknya bakal mengelola sampah tersisa itu agar tidak menumpuk. 

"Sisanya tentu saja harus kita kelola. Kita sudah ada TPST (tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), kemudian kalau RDF Santiong sudah maksimal itu sangat membantu. Ada juga maggotisasi dari bubur organik, walaupun belum maksimal tapi sudah berjalan," kata Chanifah.

Menurut Chanifah, pembatasan pembuangan sampah di TPA Sarimukti ini merupakan upaya penataan dan dorongan bagi setiap daerah di Bandung Raya untuk mulai serius mengelola sampah organik secara mandiri.

"Sebetulnya bukan larangan. Ini lebih pada mendorong agar kabupaten/kota mengelola sampah organik sendiri. Karena perlu diingat, lebih dari 60 persen sampah domestik itu adalah sampah organik, seperti sisa makanan," kata dia.***