CIMAHI.- Hujan deras yang mengguyur Kota Cimahi pada Rabu (17/9/2025) memicu dampak bencana. Jajaran terkait Pemkot Cimahi gerak cepat melakukan penanganan di lapangan untuk membantu masyarakat.
"Hujan kemarin cukup deras dengan rentang waktu lama. Mengakibatkan sejumlah dampak bencana yang terlaporkan di beberapa lokasi," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan.
Berdasarkan data BPBD Kota Cimahi, sejumlah kejadian bencana yang muncul mulai dari banjir di permukiman dan ruas jalan, atap rumah ambruk, hingga longsor tanah yang menimpa rumah warga.
Kejadian banjir dilaporkan terjadi di Jalan Padasuka Indah RT 7 RW 13 Kelurahan Padasuka. Total area terdampak banjir mencapai 1.200 m² dihuni 14 kepala keluarga dengan 38 jiwa.
Kejadian serupa terjadi di Jl. H. Usman Dhomiri RT 04 RW 19 Kelurahan Padasuka. Petugas menghadapi kendala karena akses jalan menuju lokasi tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, sehingga upaya penanganan dilakukan dengan keterbatasan.
Menurut Fithriandy, kejadian banjir banyak dipicu kondisi drainase yang tidak optimal. "Banjir terjadi karena intensitas hujan tinggi yang menyebabkan drainase tidak mampu menampung debit air," jelasnya.
Sementara itu, satu unit rumah mengalami kerusakan parah akibat pelapukan bangunan di Gang Alpakah RT 4 RW 3 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara. Atap rumah yang sudah lapuk ambruk dipicu hujan pada bagian kamar dan berpotensi menimbulkan ambruk susulan.
Berdasarkan data BPBD, luas area bangunan terdampak mencapai sekitar 84 m² dengan kategori kerusakan berat. Estimasi total kerugian dari bangunan dan harta benda ditaksir mencapai Rp67 juta.
Longsor tanah terjadi di Jalan Kebon Manggu RT 4 RW 20 Kelurahan Padasuka. Material longsoran tanah menimpa rumah yang dihuni keluarga Sutisna (68), Ega (29), dan Wawan (42) dengan total penghuni 13 jiwa.
Tanah longsoran yang tergerus akibat hujan deras menimbulkan kerusakan ringan dengan luas area terdampak sekitar 6 m² dari total area 27 m². Estimasi kerugian bangunan ditaksir mencapai Rp15 juta.
"Personil BPBD langsung turun ke lokasi melakukan kajian cepat dan koordinasi dengan Kelurahan, Tagana, komunitas relawan, dan RT-RW setempat. Serta, melakukan penyaluran bantuan tanggap darurat untuk warga terdampak bencana," ucapnya.
BPBD Kota Cimahi mengimbau agar pemilik rumah di sekitar titik rawan segera dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. "Kami juga mengingatkan seluruh unsur kewilayahan dan warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana saat musim hujan," tuturnya.**