Loading...

Hadiri Apel Siaga Bencana, Wakil Wali Kota Cimahi Minta Stakeholder Kebencanaan Siaga

Rano Hardiana 06 November 2025 748 kali dilihat
Bagikan:
Hadiri Apel Siaga Bencana, Wakil Wali Kota Cimahi Minta Stakeholder Kebencanaan Siaga
CIMAHI.- Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menghadiri apel Siap Tanggap Darurat Bencana bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Apel berlangsung di Mapolres Cimahi, Rabu (5/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Adhitia menyampaikan seluruh stakeholder kebencanaan harus bersiap menghadapi cuaca ekstrem seperti yang diramalkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang bisa memicu terjadinya bencana alam.

"Acara hari ini luar biasa, karena dalam memitigasi bencana kita perlu kesadaran kolektif dan kolaborasi lintas sektoral, baik dengan Forkopimda maupun dengan wilayah tetangga," kata Adhitia.

Di Kota Cimahi ungkap dia, mayoritas bencana yang terjadi adalah jenis hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan bangunan roboh. 

"Kalau di Cimahi ini didominasi oleh bencana hidromet, geo-hidrometeorologi yang belakangan juga beberapa kali terjadi. Nah, itu menjadi perhatian," ujar Adhitia.

Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra mengatakan, sebanyak 664 personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah hingga relawan diterjunkan untuk mengantisipasi bencana ditengah cuaca ekstrem ini. 

"Adapun total personel yang dilibatkan dalam apel siaga tersebut mencapai 664 orang dari berbagai unsur," kata Niko.

Dia menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap kejadian bencana, terutama di wilayah rawan seperti Bandung Barat. Fokus pihaknya ditengah ancaman cuaca ekstrem ini adalah mengurangi tingkat fatalitas dampak dari bencana alam. 

"Kita harus respons cepat terhadap setiap kejadian yang ada. Apalagi sekarang ini, bulan-bulan ini, sudah banyak sekali korban, baik korban jiwa, korban yang mengungsi, bahkan sampai ada jutaan. Golden time itu penting untuk mengurangi fatalitas kerugian fisik maupun materi yang terjadi terhadap korban," katanya.***