Loading...

Tren Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Cimahi Terus Menurun

Rano Hardiana 07 November 2025 968 kali dilihat
Bagikan:
Tren Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Cimahi Terus Menurun
CIMAHI.- Tren tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cimahi terus mengalami penurunan berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Tahun 2023, persentasi TPT di Cimahi mencapai 10,52 persen. Lalu angkanya turun tahun 2024 menjadi 8,97 persen dan tahun 2025 menjadi 8,75 persen. 

Penurunan 22 persen itu membuat Kota Cimahi turun ke peringkat kedua angka pengangguran di Jawa Barat. Posisi pertama ditempati Kabupaten Bekasi dengan persentase 8,78 persen. Sedangkan peringkat terbawah diduduki Kabupaten Pangandaran sebesar 1,91 persen. 

"Saya bersyukur atas nama Pemerintah Kota Cimahi bahwa tingkat pengangguran terbuka Kota Cimahi turun 0,22 poin, sehingga secara ranking di Jawa Barat kita sudah tidak lagi nomor satu," ujar Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, Kamis (6/11/2025).

Meski tingkat penggurannya menurun, namun persentasenya tetap membuat Kota Cimahi masih jadi tertinggi kedua di antara 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kondisi ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Cimahi untuk mengentaskan masalah pengangguran. 

"Namun, bukan hanya sekadar angka-angka ya, yang paling penting itu adalah langkah konkret dalam situasi kondisi baik perekonomian, keuangan di tahun depan ini menjadi tantangan tersendiri," ujar dia.

Pemkot Cimahi, kata Adhitia, fokus pada peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal yang siap kerja dan selaras dengan kebutuhan industri atau perusahaan. Meski ada efisiensi anggaran imbas pengurangan dana transfer daerah (TKD) tahun 2026, upskaling tenaga kerja tetap diprioritaskan.

"Ini akan tetap dilaksanakan, meskipun ada perubahan skema anggaran 2026 untuk penuntasan masalah kapasitas dari SDM di Kota Cimahi yang harus terus ditingkatkan," ucap dia. 

Untuk fasilitasi akses bekerja, Pemkot Cimahi dipastikan bakal menanggalkan program job fair lalu menggantinya dengan job connect. Sebab menurutnya, job fair tidak memberikan kepastian kerja bagi pelamarnya. 

"Itu yang sedang kita rumuskan bersama Disnaker di tahun depan, kita ingin ada Cimahi job connect gitu. Jadi bukan job fair, tapi job connect mengoneksikan pihak yang memang membutuhkan tenaga kerja baru dan kita menyiapkan calon tenaga kerja yang sudah terpilih," kata Adhitia.***