Loading...

Simulasi Bencana Gempa di SMPN 9 Cimahi Bagian Implementasi Program Sekolah atau Madrasah Aman Bencana Kota Cimahi

Rano Hardiana 12 November 2025 674 kali dilihat
Bagikan:
Simulasi Bencana Gempa di SMPN 9 Cimahi Bagian Implementasi Program Sekolah atau Madrasah Aman Bencana Kota Cimahi

CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menggelar simulasi bencana gempa bumi di SMPN 9 Cimahi Jalan Mahar Martanegara Kota Cimahi, Rabu (12/11/2025). Kegiatan tersebut bagian dari edukasi kesiapsiagaan bencana para pelajar di Kota Cimahi.

Dalam simulasi tersebut, siswa dan guru mempraktekkan evakuasi saat terjadi bencana, hingga proses penanganan siswa yang terluka dampak bencana.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) Kota Cimahi tahun 2025. "Kita sudah beberapa kali bikin simulasi, seperti di Cigugur, lalu di rumah ibadah, kemudian di perkantoran. Nah, hari ini kebetulan di sekolah dan dipilih SMPN 9 Cimahi untuk lokus tempat simulasinya," ujarnya.

Dia mengatakan, program SMAB mengutamakan edukasi kebencanaan. "Siswa dilatih dan disimulasikan soal kesiapan menghadapi bencana, nanti harus di-reminder terus ke anak-anak dan seluruh stakeholder yang ada di sekolah," ucapnya.

Aspek teknis bangunan juga harus diperhatikan. "Bagaimana bangunan itu siap atau tahan terjadinya gempa dan lain sebagainya," sebutnya.

Jajaran sekolah di Kota Cimahi perlu mengetahui potensi bencana di lingkungan sekitar. "Bencana di Kota Cimahi itu jenis-jenis bencananya apa saja gitu. Hari ini simulasi gempa, lalu juga sering terjadi bencana akibat hidrometeorologi. Kegiatan ini bagian dari edukasi, makanya dipilih lokasi yang merupakan sentra layanan seperti sekolah, rumah sakit, puskesmas, kantor, karena jumlah orangnya banyak sehingga naudzubillah jangan sampai terjadi bencana," ungkapnya.

Pihaknya turut mengapresiasi kinerja BPBD Kota Cimahi dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. "Dari kesiapan alat, kesiapan logistik, sampai dengan kesiapan personil, termasuk dengan relawan, komunitas, dan lain sebagainya rempeg semua," tuturnya.**