Loading...

Dari Kelas ke Lapangan, Siswa Cimahi Dilatih Evakuasi Mandiri Saat Gempa

Riva Adam Puteri 13 November 2025 220 kali dilihat
Bagikan:
Dari Kelas ke Lapangan, Siswa Cimahi Dilatih Evakuasi Mandiri Saat Gempa

CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyelenggarakan kegiatan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) Tahun 2025, yang digelar selama dua hari, 11–12 November 2025, di SMPN 7 dan SMPN 9 Kota Cimahi.

Program ini bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah terhadap risiko bencana alam, terutama gempa bumi yang menjadi potensi ancaman di wilayah Cimahi. Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan materi kebencanaan, praktik school watching untuk mengenali potensi bahaya di sekolah, pembentukan tim siaga bencana, serta simulasi evakuasi mandiri saat terjadi gempa bumi.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, menegaskan pentingnya pendidikan kebencanaan sebagai bagian berkelanjutan dari proses belajar di sekolah. Ia menyebut, Pemkot Cimahi telah meminta BPBD untuk memperluas pelaksanaan program ini ke seluruh satuan pendidikan secara bergilir mulai tahun 2026.

“Edukasi dan latihan seperti ini sangat penting. Anak-anak perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Tahun depan, kami sudah minta BPBD agar program seperti ini digelar secara bergilir di semua sekolah,” ujar Adhitia.

Adhitia juga menekankan bahwa mitigasi bencana tidak hanya tentang kesiapan individu, tetapi juga meliputi keamanan infrastruktur publik.

“Yang utama adalah edukasi dan latihan. Setelah itu, perlu memastikan bangunan publik, termasuk sekolah, dibangun dengan standar ketahanan bencana,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menyampaikan bahwa sekolah menjadi salah satu tempat paling rentan ketika bencana terjadi karena menampung banyak anak-anak. Menurutnya, kegiatan SMAB merupakan upaya nyata membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.

“Program ini bukan sekadar seremonial, tapi langkah nyata agar seluruh warga sekolah siap menghadapi situasi darurat. Edukasi kebencanaan harus menjadi budaya, bukan sekadar latihan tahunan,” katanya.

Fithriandy juga menjelaskan pentingnya penerapan tiga pilar Sekolah Aman Bencana, yaitu fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah, serta pendidikan pengurangan risiko bencana.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Cimahi berharap kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah serta masyarakat dapat terus meningkat, sehingga mampu melakukan langkah evakuasi mandiri dengan aman dan terarah bila bencana terjadi.