Loading...

PDRB per Kapita Kota Cimahi Masuk 10 Besar di Jabar, Segini Besarannya

Rano Hardiana 18 November 2025 2885 kali dilihat
Bagikan:
PDRB per Kapita Kota Cimahi Masuk 10 Besar di Jabar, Segini Besarannya
CIMAHI.- Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Cimahi masuk 10 besar di Jawa Barat. PDRB di Kota Cimahi lebih tinggi dibandingkan kota besar lainnya yakni Kota Bogor hingga Kota Bekasi.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Statistik Pusat (BPS) tahun 2024, PDRB per kapita Kota Cimahi sebesar Rp 45 juta per tahun. Sedangkan urutan pertama ada Kota Bandung Rp 92 juta, Kabupaten Bekasi Rp 89 juta, Kabupaten Karawang Rp 76 juta, Kota Cirebon Rp 57 juta, Kabupaten Purwakarta Rp 51 juta, Kota Cimahi Rp 45 juta, Kota Bogor Rp 36 juta, Kabupaten Indramayu Rp 35 juta, Kabupaten Bogor Rp 32 juta, dan Kota Bekasi Rp 30 juta. 

"Yang per kapita itu kan per tahun ya, yang tahun 2024 berarti. Rp 45 juta itu PDRB per kapita harga konstan yang berlaku tahun 2010," kata Ahli Statistisi Ahli Muda BPS Kota Cimahi, Nuraeni Arumsari, Selasa (18/11/2025). 

PDRB per kapita biasanya menjadi salah satu indikator untuk mengukur jumlah uang yang diperoleh tiap orang di suatu negara atau wilayah, di mana total penghasilan negara dibagi jumlah seluruh penduduknya.

Angka ini menunjukkan pendapatan rata-rata setiap penduduk di daerah tersebut dalam satu tahun dan berfungsi sebagai cerminan tingkat kesejahteraan masyarakat. Menurut Nuraeni, tingginya PDRB per kapita di Kota Cimahi dikarenakan keberadaan industri yang cukup banyak. 

"Kalau PDRB per kapita itu kan pembagiannya itu angka PDRB dengan jumlah penduduk. PDRB-nya sendiri kan lumayan tinggi, karena industrinya kan di sini masih cukup mendominasi gitu," jelas dia.

Terpisah, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, sektor industri memang masih menjadi penyumbang terbesar PDRB di Kota Cimahi. Selain tentunya ada sektor jasa dan perdagangan. 

"Memang secara kapasitas kalau bicara PDRB Kota Cimahi, memang uang di Kota Cimahi ini perputarannya tinggi sekali. PDRB kita masih disumbang sebagian besar persentasenya dari industri besar dan pengolahan," kata Adhitia.

Melihat angka PDRB per kapita yang masuk 10 besar di Jawa Barat, kata Adhitia, seharusnya berdampak terhadap daya beli dan tingkat kesejahteraan masyarakat di Kota Cimahi. 

"Ya kita syukuri saja (10 besar PDRB per kapita) dan semoga bisa dicerminkan juga dengan di lapangan bahwa PDRB yang tinggi, ya masyarakatnya harusnya daya belinya bagus, kemudian kesejahteraannya juga baik," ujar dia.***