Loading...

400 ASN Laksanakan Tes Urin, Bangun Birokrasi Berintegritas

Riva Adam Puteri 24 November 2025 466 kali dilihat
Bagikan:
400 ASN Laksanakan Tes Urin, Bangun Birokrasi Berintegritas

CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) menyelenggarakan pembinaan rutin kedisiplinan pegawai sebagai upaya memperkuat integritas, kompetensi, dan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan berlangsung di lapangan apel Pemerintah Kota Cimahi pada Senin (24/11/2025).

Dalam sambutan Wali Kota Cimahi yang sampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hendra Gunawan, ditegaskan bahwa tantangan birokrasi terus meningkat, sementara masyarakat menuntut pelayanan yang semakin cepat, tepat, dan transparan. Hendra menekankan bahwa inkompetensi pegawai dapat merusak kualitas pelayanan sekaligus menurunkan kepercayaan publik.

Selain itu disampaikan juga bahwa integritas tanpa kompetensi hanya menghasilkan ASN yang jujur tetapi tidak mampu, sementara kompetensi tanpa integritas menghasilkan ASN yang pintar tetapi beresiko. Karena itu, Pemerintah Kota Cimahi menekankan pentingnya membangun birokrasi yang berkarakter, profesional, dan siap berubah mengikuti tuntutan zaman.

Demi mendorong penguatan integritas dan disiplin pegawai, Pemerintah Kota Cimahi bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi melaksanakan tes urin bagi seluruh ASN yang dilaksanakan di Gedung B Pemerintah Kota Cimahi. Pemeriksaan dilakukan bertahap mulai dari pegawai di tingkat Kelurahan dan Kecamatan, dengan hampir 400 ASN mengikuti kegiatan pada hari pertama.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana hadir meninjau pelaksanaan kegiatan. Ngatiyana menegaskan bahwa tes urin bertujuan untuk memastikan tidak ada ASN Cimahi yang mengonsumsi narkoba, karena hal tersebut berdampak langsung pada kualitas kinerja. 

Ngatiyana juga menegaskan bahwa ASN yang tidak hadir pada jadwal pemeriksaan akan tetap diwajibkan mengikuti tes. Jika ditemukan indikasi penggunaan narkoba, ASN akan diproses sesuai disiplin ASN dengan sanksi ringan, sedang, atau berat tergantung hasil pemeriksaan.

“Umpamanya hari ini jadwal 400 orang, yang hadir hanya 350 orang, 50 orang tetap kita kejar. Kita tetap lakukan dengan BNN, apabila nanti hasilnya kurang memuaskan, kurang bagus, diulangi lagi sampai ketemu mengkonsumsi atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Cimahi, Yulius Amra, menjelaskan bahwa BNN berfokus pada penemuan dan pemulihan ASN yang terindikasi menggunakan narkoba. Yulius menyebutkan bahwa tahun sebelumnya seluruh ASN Pemkot Cimahi dinyatakan bersih dari narkoba, dan pemeriksaan kali ini tetap mengutamakan rehabilitasi bagi yang membutuhkan.

Yulius menambahkan bahwa hasil tes akan dianalisis secara akurat, termasuk apabila ASN sedang menjalani pengobatan tertentu. BNN memastikan tidak ada hasil yang dapat dimanipulasi karena semua temuan dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.