Loading...

Pemkot Cimahi Dukung Penuh Pembangunan Underpass di Jalan Gatot Subroto

Rano Hardiana 26 November 2025 662 kali dilihat
Bagikan:
Pemkot Cimahi Dukung Penuh Pembangunan Underpass di Jalan Gatot Subroto
CIMAHI.- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menyambut baik rencana Pemprov Jabar membangun underpass di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi. Pembangunan itu masuk dalam program prioritas Pemprov Jabar tahun 2026. 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan TNI terkait pembangunan underpass tersebut. Dirinya meyakinkan pembangunan itu mendapat dukungan penuh dari pihak TNI yang aset lahannya memang akan terdampak. 

"Komunikasi, koordinasi adalah yang paling penting. Alhamdulillah, sih, kami bersyukur bahwa dari keluarga besar TNI menyetujui tentang adanya pembangunan underpass di tahun 2026," kata Ngatiyana di Pemkot Cimahi, Selasa (25/11/2025).

Berikutnya, kata Ngatiyana, pihaknya akan membahas perihal administrasi seperti penetapan lokasi dan sebagainya sehingga nantinya pembangunan berjalan sesuai rencana. 

"Pihak TNI juga sudah menyetujui, tinggal administrasi berikutnya. Jangan sampai kita melanggar aturan, jangan sampai itu tanah-tanah TNI yang terkena dengan pelebaran jalan, kita selesaikan dengan sebaik-baiknya," ujar Ngatiyana. 

Menurut dia, pembangunan underpass sangat dibutuhkan di Jalan Gatot Subroto untuk mengatasi kemacetan. Sebab, volume arus lalu lintas di kawasan tersebut semakin padat seiring meningkatnya perjalanan kereta api, khususnya Kereta Ape Feeder.

Kereta itu khusus mengangkut penumpang Kereta Cepat Whoosh Jakarta - Bandung, baik dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung maupun sebaliknya. Keberadaan kereta tersebut membuat buka tutup perlintasan sebidang semakin sering dilakukan.

"Salah satunya dasarnya kenapa kita underpass kita bangun, satu, salah satunya adalah tidak ada perlintasan sebidang sesuai undang-undang dari Kementerian Perhubungan. Yang kedua, mengurangi kemacetan," tegas dia.

Selain itu yang terpenting adalah mengurangi risiko kecelakaan karena karena intensitas pergerakan kereta api dengan adanya Kereta Feeder. 

"Sekarang ini setiap setengah jam bahkan seperempat jam sudah ada feeder ataupun kereta yang lewat. Nah, ini salah satunya adalah mengurangi risiko kecelakaan akhirnya kita berpikir kita bangun underpass," pungkas Ngatiyana.***