CIMAHI.- Upaya mengentaskan masalah pengangguran menjadi komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi. Di antaranya dengan berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) siap kerja dan memiliki daya saing.
Tren tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cimahi terus mengalami penurunan berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Tahun 2023, persentasi TPT di Cimahi mencapai 10,52 persen. Lalu angkanya turun tahun 2024 menjadi 8,97 persen dan tahun 2025 menjadi 8,75 persen.
Penurunan 22 persen itu membuat Kota Cimahi turun ke peringkat kedua angka pengangguran di Jawa Barat. Posisi pertama ditempati Kabupaten Bekasi dengan persentase 8,78 persen. Sedangkan peringkat terbawah diduduki Kabupaten Pangandaran sebesar 1,91 persen.
Salah satu yang menjadi sasaran ialah peningkatan kapasitas manajerial ritel agar memiliki kompetensi yang berstandar. "Ini mencakup penguasaan inventaris, pelayanan pelanggan, visual merchandising, hingga manajemen kas," ucap Andri.
Dengan kemampuan yang terasah, lanjut Andri, mereka menjadi lebih siap dan kompetitif, tidak hanya di Cimahi tapi juga di pasar kerja regional.
"Dan juga lulusan pelatihan ini juga didorong untuk memulai usaha ritel mandiri (UMKM). Kami tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga menciptakan wirausahawan ritel baru," ujar dia.***