CIMAHI.- Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, Pemkot Cimahi berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Empat Puskesmas pun diintruksikan membuka layanan persalinan 24 jam.
Keempat Puskesmas yang membuka layanan persalinan 24 jam itu adalah Puskesmas Melong Tengah, lalu Puskesmas Melong Asih, kemudian Puskesmas Cimahi Selatan, dan yang terbaru yakni Puskesmas Cipageran.
"Jadi kita ada pelayanan persalinan 24 jam. Untuk para bumil (ibu hamil) di Cimahi, kita tambah satu lagi Puskesmas yang buka pelayanan persalinan 24 jam, yaitu di Puskesmas Cipageran," kata Adhitia, Selasa (2/12/2025).
Adhitia mengatakan penyediaan pelayanan persalinan 24 jam di empat Puskesmas di Kota Cimahi juga sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, berkaca dari sejumlah kasus yang terjadi di beberapa daerah.
"Alhamdulillah dengan adanya kemarin baru 3 Puskesmas yang melayani 24 jam persalinan saja, kita sudah bisa mereduksi angka kematian ibu dari 7 menjadi 1. Sekarang dengan adanya 24 jam persalinan di Puskesmas Cipageran, Insya Allah tahun depan mudah-mudahan tidak ada akar kematian ibu-ibu," kata dia.
Upaya kedua yakni dengan meluncurkan Puskesmas sore. Ada dua Puskesmas yang melayani pengobatan sore hari bagi masyarakat, yakni Puskesmas Cimahi Utara dan Puskesmas Cipageran.
"Kemudian kita juga meluncurkan program Puskesmas klinik sore. Jadi bukanya dari jam 3 sore sampai jam 20 malam. Mudah-mudahan nanti dikaji di Cimahi Selatan kita buka klinik sore, karena klinik sore ini baru di Cimahi Utara saja, ada 2 Puskesmas yang ada di Cimahi Utara, nanti kita lihat," kata Adhitia.
Pembukaan klinik sore di Puskesmas juga berdasarkan kajian dan evaluasi traffic. Misalnya di pagi hari saja, Puskesmas Cipageran sudah kedatangan 230-an pasien yang hendak berobat.
"Pagi ini saja sudah ada 230 pasien, dulu waktu libur lebaran saja di (Puskesmas) Cibeureum ada yang sampai 400 pasien. Logikanya kalau ditambah jam layanannya dengan klinik sore, pasti akan tereduksi jumlah pasien yang menumpuk, apalagi tidak terlayani," kata Adhitia.***