CIMAHI.- Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kota Cimahi memastikan penanganan sampah pasca libur Natal dan Tahun Baru 2026 berlangsung terkendali. Volume sampah relatif stabil dan tidak menimbulkan penumpukan signifikan.
"Sejak tanggal 31 Desember hingga hari ini kami sudah menginventarisasi titik-titik rawan, seperti Alun-alun dan lokasi strategis lain yang berpotensi terjadi pengumpulan massa. Di titik-titik itu kami menyiagakan petugas dengan sistem piket untuk penanganan sampah," ujar Kepala DLH Kota Cimahi Chanifah Listyarini.
Volume sampah cenderung turun dibanding tahun lalu. "Jika dibandingkan dengan perayaan tahun baru sebelumnya, volume sampah kali ini cenderung menurun. Tahun ini masyarakat lebih banyak merayakan di rumah, sehingga aktivitas di jalan dan ruang publik juga relatif landai," ucapnya.
Berdasarkan hasil pemantauan DLH, jenis sampah yang mendominasi pasca perayaan tahun baru masih didominasi sampah kemasan atau anorganik. "Sampah pasca tahun baru didominasi sampah anorganik, terutama kemasan," katanya.
Layanan pengangkutan sampah tetap berjalan normal, termasuk pengiriman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti dengan total sampah yang terangkut mencapai sekitar 140 ton.
"Jumlah itu merupakan gabungan antara sampah pasca perayaan tahun baru dan sampah domestik yang setiap hari tetap kami layani," sebutnya.
Chanifah mengakui, keterbatasan kuota ritase ke TPA Sarimukti masih menjadi tantangan Kota Cimahi. Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi sampah.
"Sampah adalah tanggung jawab dari yang menghasilkan sampah. Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumber," tuturnya.
Masyarakat juga agar terus lakukan pemilahan sampah. "Jangan bosan-bosan memilah sampah dari rumah. Kesadaran di tingkat sumber adalah fondasi utama pengelolaan sampah yang berkelanjutan," tandasnya.**